Kediri Tergelontor Kluster Tulungagung?

Satu Warga Kelurahan Gayam Sudah Meninggal

KEDIRI –Kota dan Kabupaten Kediri, sangat potensial akan penambahan kasus covid-19 yang signifikan, karena tegelontor lagi kasus covid-19 dari klaster pabrik rokok di Tulungagung. Informasi yang berkembang, ada sekitar 650 karyawan dari Kediri, yang tersebar di berbagai kecamatan. Salah satunya, di Kelurahan Gayam, Mojoroto, sudah meninggal pada Jumat malam (18/11/2020). “Yaa…. informasinya covid dari Tulungagung,”ujar salah satu warga Kelurahan Gayam, terkait salah satu warganya yang diinformasikan meninggal karena covid.

WASPADA GELONTORAN TULUNGAGUNG : Ahmad Khotib, juru bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Kediri

Informasi gelontoran kasus covid-19 dari Tulungagung ke Kediri itu,  bermula dari beredarnya WA berantai untuk hati-hati tentang ancaman kluster Tulungagung masuk Kediri di WA sejumlah petugas covid-19. Mereka tersebar di sejumlah kecamatan di Kediri. Juru bicara Gugus Covid-19 Kabupaten Kediri, Ahmad Khotib, membenarkan adanya ancaman itu. “Sebagian sudah diswab di Tulungagung,”ujarnya, saat dikonfirmasi.

Menurut Khotib, sekitar 650 orang itu, petugas sudah mendapatkan datanya. Sekarang dalam proses pelacakan oleh para petugas untuk dilakukan swab. Mereka tersebar di Banyakan, Mojo, Semen, Ngadiluwih, Ngasem, dan sebagainya.

Khotib menegaskan petugas kecamatan dan desa sudah diinstruksikan untuk melakukan pelacakan ke alamat masing-masing, mengisolasi, dan melakukan penanganan sebagaimana biasanya. Hanya saja, kepastian berapa yang positif, Khotib belum menerima datanya.”Kita masih menunggu hasilnya,”tandasnya.

Sedangkan di Kota Kediri, juru bicara gugus covid-19, kepada awak media juga membenarkan adanya klaster Tulungagung itu. Sekarang sedang swab di Surabaya, Hanya, jumlah yang disampaikan Fauzan berbeda. Fauzan menyebut totalnya ada 160 orang, dari Kota Kediri ada 40 orang. (mam)

Kediri flattened the Tulungagung Cluster?

KEDIRI – Kediri City and Regency have the potential for a significant increase in Covid-19 cases, because there are more cases of Covid-19 from the cigarette factory cluster in Tulungagung. Information is growing, there are about 650 employees from Kediri, spread across various districts. One of them, in Gayam Village, Mojoroto, died on Friday night (11/18/2020). “Yes … the information is covid from Tulungagung,” said a resident of Gayam Urban Village, related to one of the residents who was informed that he had died from Covid.
The information on the flushing of the Covid-19 case from Tulungagung to Kediri, started with the circulation of the WA chain to be careful about the threat of the Tulungagung cluster entering Kediri in WA a number of covid-19 officers. They are scattered in a number of districts in Kediri. The spokesman for the Kediri Regency Covid-19 Group, Ahmad Khotib, confirmed the threat. “Some of them have been diswab in Tulungagung,” he said, when confirmed.
According to Khotib, about 650 people, the officers have got the data. Now in the process of being traced by the officers to do a swab. They are scattered in Banyak, Mojo, Semen, Ngadiluwih, Ngasem, and so on.
Khotib emphasized that sub-district and village officials had been instructed to trace each other’s address, isolate and handle as usual. It’s just that, for sure how many are positive, Khotib has not received the data. “We are still waiting for the results,” he said.
Meanwhile in Kediri City, the spokesperson for the Covid-19 cluster, told the media crew that the Tulungagung cluster existed. Currently doing swab in Surabaya, there are a total of 160 people, from Kediri there are 40 people. (mam)
 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *