Pulihkan Ekonomi, Pemkot Kediri Gelontorkan Puluhan Miliar untuk Padat Karya

Tampak sejumlah pekerja sedang melakukan kegiatan Program Padat Karya, perbaikan Taman Brantas, Kamis, 12/11/2020.

KEDIRI – Di tenggah Pandemi Covid-19 ini, Pemerintah Kota Kediri berupaya keras pulihkan perekonomian yang sempat melemah akibat kebijakan Lockdown dan pembatasan social. Upaya yang dilakukan yakni mengerahkan sejumlah satuan kerja (satker) di Kota Kediri untuk melaksanakan program Padat Karya  secara serentak, dengan melibatkan warga Kota Kediri.

Di Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan (DLHKP) Kota Kediri, misalnya, untuk program Padat Karya telah mendapat kucuran dana sebesar Rp 3,5 miliar. Dana tersebut digunakan untuk beberapa bidang meliputi bidang pertamanan, bidang kebersihan dan bidang TPA

“Untuk bidang kebersihan ada sebanyak 28 kegiatan dengan menyerap tenaga kerja sebanyak 175 tenaga kerja, di bidang pertamanan sebanyak 14 kegiatan dan menyerap sebanya 362 tenaga kerja, sedangkan di UPT TPA ada sebanyak 2 kegiatan dan menyerap 73 tenaga kerja,” kata Kepala DLHKP Kota Kediri Didik Catur, Kamis, (12/11/20).

Didik Catur mengungkapkan seusai dengan instruksi Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar, program Padat Karya harus melibatkan minimal 25 persen tenaga kerja dari masyarakat setempat atau sekitar lokasi proyek.

Kepala DLHKP Kota Kediri, Didik Catur.

” Untuk bidang kebersihan ada sebanyak 28 kegiatan dengan menyerap tenaga kerja sebanyak 175 tenaga kerja, di bidang pertamanan sebanyak 14 kegiatan dan menyerap sebanya 362 tenaga kerja, sedangkan di UPT TPA ada sebanyak 2 kegiatan dan menyerap 73 tenaga kerja,” jelasnya

Dengan itu, harapannya masyarakat yang penghasilannya terdampak COVID-19 termasuk yang tidak memiliki penghasilan lagi bisa bekerja dan mendapatkan upah. Dari upah tersebut, mereka bisa mencukupi kebutuhan pokok dengan membeli dari warung di sekitar rumahnya. Dengan itu, terjadi perputaran ekonomi.

‘’ Sebanyak 34 kegiatan dalam program Padat Karya yang ada di OPD, tersebar di kelurahan di 3 Kecamatan dan pelaksasanaan saat masih berlangsung ,” ujarnya.

Lalu, berapa jumlah warga Kota Kediri yang dilibatkan dalam program tersebut ? Dan kreterianya seperti apa ?  ditanya dmikian pihaknya mengatakan bahwa  dengan program ini DLHKP Kota Kediri mampu memberdayakan 610 orang sebagai tenaga kerja.

’’ Untuk bidang kebersihan ada sebanyak 28 kegiatan dengan menyerap tenaga kerja sebanyak 175 tenaga kerja, di bidang pertamanan sebanyak 14 kegiatan dan menyerap sebanya 362 tenaga kerja, sedangkan di UPT TPA ada sebanyak 2 kegiatan dan menyerap 73 tenaga kerja,’’

‘’ Yang  jelas untuk pekerja diprioritaskan bagi meraka yang tidak mempunyai pekerjaan atau terdampak pandemi Covid 19, dan diutamakan warga setempat yang kurang mampu, ‘’ jelasnya lebih lanjut

Adapun jenis kegiatan program ini diantaranya perbaikan TPS, pengecatan pagar TPA, gudang, pembuatan sumur di TPA serta kegiatan di bidang persampahan dan yang membutuhkan banyak pekerja, sedangkan masa pengerjaan dari program padat karya ini dari mulai satu minggu selesai hingga 40 hari.

Proyek ini, dia menambahkan diberikam dengan harapan agar roda perekonomian bisa berputar khususnya di masa pandemi ini. Sementara untuk penyelesaiannya diperkirakan sekitar 2 hingga 3 bulan.

” Saat ini, program sudah berjalan mencapai 70 persen. Dan, Saya memiliki keyakinan sangat tinggi untuk menggerakkan perekonomian masyarakat. Jadi orang yang bekerja dibayar setiap minggunya bukan setiap bulan. Maka akan berdampak khususnya bagi warga kita yang ikut bekerja di proyek padat karya ini,” katanya.

Sementara itu, Munoto, salah satu pekerja asal dari Kelurahan, Kecamatan Kota, Kota Kediri, mengungkapkan bahwa adanya Program Padat Karya yang digulirkan oleh Pemkot Kediri terbilang sangat membantu masyarakat setempat.

‘’Semua pekerja yang ikut Program Padat karya untuk kegiatan perbaikan Taman Brantas ini berjumlah  22 orang dan semua warga Pocanan. Adanya program ini jelas sangat membantu dan kami berterimkasih. Karena,  selama pandemi Covid -19  kami tidak bekerja alias menganggur .’’

‘’Mudah- mudahan proyek seperti akan ada terus sampai masa pandemi covid 19 berakhir, ‘’ harapanya,  saat ditemui di sela-sela megerjakan kegiatan perbaikan Taman Brantas yang lokasinya  terletak di sisi sungai bernama Brantas, tepatnya di Kelurahan Pocanan, Kecamatan Kediri, Kota Kediri.

Di satker lainya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Kediri, Sunyata pertenggahan Oktober  lalu mengatakan, pemerintah sudah membuat draft anggaran sebesar Rp 27 miliar. Nilai ini akan direalisasikan untuk 210 paket proyek.

Sejumlah 210 paket proyek tersebut tersebar di tiga pekerjaan PU yaitu cipta karya, pengairan, dan bina marga. Paket proyek ini melibatkan 1.950 orang kuli bangunan dan lebih dari 1.800-an tukang. Adv/wan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *