Limbah Jelantah untuk Sabun

KEDIRI – Minyak jelantah, limbah minyak goreng, yang selalu dihasilkan usai menggoreng makanan, setelah digunakan berkali-kali menjadi tidak sehat untuk digunakan. Umumnya, jelantah ini dibuang sembarangan.  Jika masuk ke saluran air, sering menyumbat saluran air hingga menganggu kelancaran air.

PELATIHAN BUAT SABUN : PKK Kota Kediri saat melakukan pelatihan membuat sabun

Namun, jika mampu memanfaatkan dengan baik, minyak jelantah ternyata masih bisa dimanfaatkan untuk barang yang berguna, yaitu sabun. Guna memanfaatkan limbah jelantah ini, TP PKK Kota Kediri Pokja II, bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Kota Kediri, menggelar  ‘Pelatihan Membuat Sabun dari Bahan Organik dan Limbah Rumah Tangga, Kamis (5/11/20) dengan menghadirkan Fri Hertin Novitarini, pembuat sabun yang sudah berpengalaman.

BAHAN MEMBUAT SABUN Sederhana dan mudah ditemukan :

“Pelatihan ini tidak hanya untuk memanfaatkan limbah. Tapi juga memberi bekal ketrampilan pada ibu-ibu PKK di Kota Kediri untuk menambah income keluarga,” kata Ferry Silviana Abu Bakar, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Kediri.

Menurut Bunda Fey, panggilan akrabnya,  ibu rumah tangga yang punya waktu luang setelah mengurus rumah tangga, bisa dimanfaatkan untuk menambah penghasilan dengan membuat produk-produk seperti sabun dan kerajinan tangan. “Kita akan terus melakukan berbagai pelatihan untuk ibu-ibu agar bisa menambah income keluarga,”tandasnya.  

Sementara itu, Baiq R. Jannah, sekretaris Pokja II menjelaskan,  pada pelatihan itu, ada dua jenis sabun yang dibuat, pertama berbahan utama minyak jelantah. Kedua, berbahan utama bahan organic, yaitu arang, madu, aloevera, dan  beras. Bahan-bahan mudah didapat di sekitar dan untuk bahan kimia tambahan yaitu NaOH bisa didapatkan di toko kimia.  “Sabun berbahan minyak jelantah ini bisa digunakan untuk membersihkan kain pel, alas karpet, lap meja, mencuci baju maupun piring.  Tapi tidak disarankan untuk mencuci muka atau tubuh. “Sedangkan sabun dengan bahan organik bagus untuk kulit,”katanya. (adv)

Take advantage of the Wastes for Soap

KEDIRI – Used cooking oil, waste cooking oil, which is always produced after frying food, after being used many times becomes unhealthy to use. Generally, this cooking is thrown away carelessly. If it goes into the water channel, it often clogs the water channel to disturb the smooth running of the water.
However, if you are able to make good use of it, used cooking oil can still be used for useful items, namely soap. To take advantage of this used waste, the PKK Kediri Pokja II, in collaboration with the Kediri City Education Office, held a ‘Training on Making Soap from Organic Materials and Household Waste, Thursday (5/11/20) by presenting Fri Hertin Novitarini, a soap maker who experienced.
“This training is not only for utilizing waste. But it also provides skills for PKK mothers in Kediri City to increase their family income, ”said Ferry Silviana Abu Bakar, Head of the PKK Driving Team for Kediri City.
According to Bunda Fey, her nickname, a housewife who has free time after taking care of the household, can be used to increase income by making products such as soap and handicrafts. “We will continue to carry out various trainings for mothers in order to increase family income,” he said.
Meanwhile, Baiq R. Jannah, secretary of Pokja II explained, at the training, there were two types of soap made, the first made from used cooking oil. Second, it is made from organic ingredients, namely charcoal, honey, aloe and rice. Materials are easily available nearby and for additional chemicals, namely NaOH, can be found at chemical stores. “This soap made from used cooking oil can be used to clean mops, carpet mats, table cloths, wash clothes and dishes. But it is not recommended to wash your face or body. “Meanwhile, soap with organic ingredients is good for the skin,” he said. (bad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *