Nyoblos, Pakai Sarung Tangan

KEDIRI – Seluruh pemilih pada Pilkada 9 Desember mendatang, harus memakai sarung tangan saat mencoblos di Tempat Pemungutan Suara (TPS). Perbedaan perilaku saat mencoblos ini, terkait upaya pencegahan penyebaran Covid-19 pada saat Pilkada. Harapannya, tidak memunculkan klaster baru penyebaran covid atau tidak terjadi cluster Pilkada.

PENARI BERTOPENG : Ikut mewarnai di acara simulasi pemungutan suara di KPU Kabupaten Kediri

Perilaku baru dengan menggunakan sarung tangan saat mencoblos itu, terungkap saat simulasi pencoblosan atau pemungutan suara dan rekapitulasi atau penghitungan suara di tengah pandemi, Sabtu (31/10/20) di halaman kantor KPU Kabupaten Kediri.

Hadir pada simulasi itu antara ketua KPU RI Arif Budiman, perwakilan KPU Jawa Timur, Bawaslu, sejumlah komisioner KPU dari daerah lain dan tamu undangan. Mereka juga dihibur dengan tari-tarian oleh sejumlah penari cantik yang mengenakan topeng untuk menyambut kedatangan tamu.

Pada simulasi itu, pemilih sebelum memasuki TPS diwajibkan memakai masker, mencuci tangan dan dilakukan pengecekan suhu tubuh. Bagi pemilih yang suhu tubuhnya di bawah 37,3 diperbolehkan mencoblos di TPS. Sedangkan yang suhu tubuhnya di atas 37,3, disediakan bilik tersendiri. Saat melakukan pencoblosan, wajib mengenakan sarung tangan yang sudah disediakan petugas. Sedangkan anggota KPPS mengenakan pelindung wajah.

Komisioner KPU Kabupaten Kediri Divisi Teknis Penyelenggaraan, Anwar Ansori mengungkapkan, simulasi nasional ini berkaitan dengan pemungutan, rekapitulasi surat suara dan penggunaan sirekap. “Simulasi pemilihan kali ini berbeda dengan sebelumnya. Karena masih pandemi, maka perlu kami simulasikan dengan protokol kesehatan,” ungkap anwar. (sul/mam)

Vote, Have to Wear Gloves

KEDIRI – All voters in the upcoming December 9 distric electiom must wear gloves when voting at the polling stations (TPS). This difference in behavior when voting was related to efforts to prevent the spread of Covid-19 during the distric election. The hope is that there will be no new clusters for the spread of covid or no distric election clusters. The new behavior of wearing gloves when voting was revealed during a simulation of voting or voting and recapitulation or counting of votes in the midst of a pandemic, Saturday (31/10/20) at the KPU office in Kediri Regency.
Present at the simulation were the chairman of the Indonesian KPU Arif Budiman, representatives of the East Java KPU, Bawaslu, a number of KPU commissioners from other regions and invited guests. They are also entertained with dances by a number of beautiful dancers wearing masks to welcome guests.
In the simulation, voters before entering the polling station are required to wear a mask, wash their hands and have their body temperature checked. Voters whose body temperature is above 37.3 are allowed to vote at the TPS. Meanwhile, those whose body temperature is above 37.3 are provided with a separate room. When voting, it is mandatory to wear gloves that have been provided by officers. Meanwhile, KPPS members wear face shields.
KPU Commissioner of Kediri Regency, Technical Implementation Division, Anwar Ansori, revealed that this national simulation is related to the collection, recapitulation of ballots and the use of shingles. “This election simulation is different from the previous one. Because it is still a pandemic, we need to simulate it with health protocols,” said Anwar. (sul / mam)
 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *