Hari Santri, Diisi Upacara, Sholawat 100.000, hingga Ziarah

KEDIRI – Peringatan Hari Santri Nasional (HSN). Kamis (22/10/20), diisi dengan berbagai kegiatan oleh PCNU Kabupaten Kediri dan Badan Otonomom (Banom) di bawahnya, antara lain Ansor dan Fatayat. PCNU Kabupaten Kediri, menggelar upacara Hari Santri di Gedung Serba Guna (GSG) PCNU di Gurah. Fatayat Berkah NU menggelar 100.000 sholawat nariyah. Malamnya dan PAC Ansor Pagu menggelar gowes bareng ziarah makam para kyai sepuh.

SHOLAWAT 100.000 : Pembacaan sholawat Nariyah 100.000 kali olejh Fatayat Berkah NU Kabupaten Kediri di hari santri

Pada upacara di GSG PCNU, diikuti oleh peserta terbatas, sekitar 150 orang dari seluruh Banom NU dan elemen lain seperti TNI, Polri, Pemkab, dan sebagainya, karena masih dalam masa pandemi.

Wakil Rois Syuriah PCNU Kabupaten Kediri, K.H Najib Zamzami usai upacara menjelaskan momen hari santri ini sebagai refleksi bahwa pondok pesantren akan terus mengikuti perkembangan zaman, sehingga pondok pesantren tetap bisa mengikuti perkembangan teknologi yang berkembanga di era modern ini. Namun, tetap memegang teguh nilai-nilai kepesantrenan. “Untuk barang elektorik agar tidak mengganggu jam belajar santri, biasanya mereka diatur oleh masing-masing pengurus pondok dan tetap dalam pemantauan,” ungkapnya.

Menurut Gus Najib, walaupun mengikuti perkembangan teknologi, namun dalam metode belajar pondok pesantren tetap menjaga dan melestarikan tradisi maupun budaya yang diwarisi ulama sebelumnya, sehingga pesantren tidak kehilangan ciri khasnya. “Insyaallah santri itu tetap nomor 1 dan tetap konsisten menjaga NKRI,” tegasnya

Sementara itu, Fatayat Berkah NU Berkah menggelar 100.000 sholawat nariyah secara live daring yang dilakukan oleh seluruh PAC sebagai do’a keselamatan bangsa, khususnya Kabupaten Kediri, yang dipusatkan di sekretariat dan diikuti oleh PAC-PAC. Untuk menxapai pembacaan sholawat 100.000, mereka melakukannya sejak 5 hari sebelum Hari Santri dan puncaknya dilakukan pada Hari Santri.

Ketua Fatayat Berkah NU Kabupaten Kediri Hj. Roaitu Nafif Laha mengatakan mereka mengkoordinir PAC yang ada untuk bersama-sama membaca sholawat nariyah di masing-masing titik domisili yang sudah ditentukan. “Jadi pembacaan 100.000 Sholawat ini sudah kita mulai 5 hari sebelum 22 Oktober 2020. Kita bagi per PAC, ada yang kebagian 4.000 dan 5.000 bacaan sholawat. Alhamdulillah hasilnya melebihi dari targetkan yang diinginkan,” kata Nafif.

Sedangkan PAC GP Ansor Pagu, malam harinya menggelar gowes bareng untuk ziarah ke makam para kyai sepuh di sekitar Kecamatan Pagu, yang dipimpin oleh Gus Muh. Hamdan Ibik alias Gus Ibik, pengasuh Ponpes Salafiyah Kapurejo, Pagu, dan ketua Ansor Pagui, Ali Mustofa.

Sejumlah makam yang mereka ziarahi, antara lain makam Kyai Hasan Muchyi, Sesepuh Ponpes Salafiyah Kapurejo, Pagu, makam Syekh Zainal Abidin di Toyoresmi, dan makam KH Asmoeni Iskandar, salah satu Pendiri IPNU Kediri. (sul/mam)

Santri Day, Filled with Ceremonies, Sholawat 100,000, until Pilgrimage

KEDIRI – Commemoration of National Santri Day (HSN). Thursday (22/10/20), filled with various activities by PCNU Kediri Regency and the Autonomous Body (Banom) under it, including Ansor and Fatayat. PCNU Kediri Regency, held a Santri Day ceremony at the PCNU Multipurpose Building (GSG) in Gurah. Fatayat Berkah NU held 100,000 nariyah prayers. That evening and PAC Ansor Pagu held a funeral pilgrimage with the elderly clerics.
At the ceremony at GSG PCNU, there were limited participants, around 150 people from all Banom NU and other elements such as the TNI, Polri, Regency Government, and so on, because it was still in a pandemic period. Deputy Rois Syuriah PCNU Kediri Regency, K.H Najib Zamzami, after the ceremony explained the moment of this santri day as a reflection that the Islamic boarding school will continue to keep up with the times, so that the boarding school can still keep up with the technological developments that are developing in this modern era. However, still uphold the values ​​of the pesantrenan. “For electoral items so as not to interfere with students’ study hours, they are usually regulated by each boarding school administrator and remain under monitoring,” he said.
According to Gus Najib, despite following technological developments, Islamic boarding school learning methods still maintain and preserve the traditions and culture inherited from previous scholars, so that the pesantren does not lose its characteristics. “God willing, the santri will remain number 1 and remain consistent in maintaining NKRI,” he said
Meanwhile, Fatayat Berkah NU Berkah held 100,000 sholawat nariyah live online which was carried out by all PACs as a prayer for the safety of the nation, especially Kediri Regency, which was centered in the secretariat and followed by PAC-PAC. To reach the prayer reading of 100,000, they do it since 5 days before Santri Day and the peak is done on Santri Day.
Chairman of Fatayat Berkah NU Kediri Regency Hj. Roaitu Nafif Laha said that they coordinated the existing PAC to read sholawat nariyah together at each predetermined domicile point. “So we have started the reading of 100,000 Sholawat five days before October 22, 2020. We share it per PAC, some receive 4,000 and 5,000 prayer readings. Alhamdulillah, the results exceeded the desired target,” said Nafif.
Meanwhile, the PAC GP Ansor Pagu, at night held a trip together for a pilgrimage to the graves of older kyai around Pagu District, led by Gus Muh. Hamdan Ibik alias Gus Ibik, caretaker of the Kapurejo Salafiyah Ponpes, Pagu, and chairman of Ansor Pagui, Ali Mustofa.
A number of graves they visited, including the tomb of Kyai Hasan Muchyi, the elder of the Salafiyah Kapurejo Islamic Boarding School, Pagu, the tomb of Syekh Zainal Abidin in Toyoresmi, and the tomb of KH Asmoeni Iskandar, one of the founders of IPNU Kediri. (sul / mam)

Kirim masukan
Histori
Disimpan
Komunitas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *