Sosialisasi KPU Rawan ‘Kampanye’

Sama – Sama Bisa Menang, Harus Seimbang

KEDIRI – KPU Kabupaten Kediri diingatkan untuk melakukan sosialisasi secara seimbang antara pasangan calon dengan Bumbung Kosong, tanpa berat sebelah. Karena dikhawatirkan, KPU hanya melakukan sosialisasi pasangan calon hingga mengurangi independensi KPU. “Bumbung kosong dan pasangan calon adalah sama-sama kontestan yang bisa menang dan kalah. Keduanya juga tercantum di surat suara dan berhak dipilih. Sehingga kedudukan pasangan calon bumbung kosong sama dalam Pilkada,”ujar Budiman, sekretaris Forum Pojok Rembuk.

MINTA KESEIMBANGAN : Budiman, Sekretaris Forum Pojok Rembuk

Menurut Budiman, perbedaan antara pasangan calon dengan bumbung kosong di Pilkada dengan calon tunggal, hanya pada soal apa dan siapa pemenang di kontestasi Pilkada itu. Jika pasangan calon yang menang, maka yang menjadi bupati pasangan calon itu. Jika pemenangnya Bumbung Kosong, maka Bupati akan diisi Plt dan digelar Pilkada ulang. “Tetapi secara kontestasi, haknya sama, yaitu sama-sama berhak dipilih oleh rakyat,”tandas Budiman.

Budiman berharap KPU tidak membiaskan program sosialisasi Pilkada ke kecenderungan kampanye pasangan calon. Jika KPU melakukan sosialisasi satu kontestan saja, tanpa sosialisasi Bumbung Kosong secara seimbang, independensi KPU di Pilkada Kediri patut dipertanyakan. “Paling penting, KPU harus menjelaskan bahwa Bumbung Kosong juga berhak dipilih, karena Bumbung Kosong merupakan bagian yang diatur dalam UU Pilkada. Jangan karena merasa takut, kemudian independensi KPU dipertaruhkan,”tambahnya. (mam)

 

KPU socialization is prone to ‘campaign’

All can win,  have to be balanced

KEDIRI – KPU of Kediri Regency is reminded to conduct balanced outreach between candidate pairs and Bumbung Kosong, without bias. Because of concern, the KPU will only socialize candidate pairs to reduce the independence of the KPU. “Empty bumbung and candidate pairs are contestants who can win and lose. Both are also listed on the ballot and are eligible to be elected. So that the position of the vacant candidate pairs is the same in the Pilkada, “said Budiman, secretary of the Forum Corner Consultation.
According to Budiman, the difference between a candidate pair with an empty bumbung in the Pilkada and a single candidate is only in the matter of what and who is the winner in the Pilkada contest. If a candidate pair wins, then that candidate pair will become regent. If the winner is Bumbung Kosong, then the Regent will be filled with Plt and another Pilkada will be held. “But in terms of contestation, they have the same rights, that is, they are equally entitled to be elected by the people,” said Budiman.
Budiman hopes that the KPU will not bias the Pilkada socialization program to the campaign trends of candidate pairs. If the KPU does socialization for only one contestant, without socializing the Bumbung Kosong in a balanced manner, the independence of the KPU in the Kediri Pilkada is questionable. “Most importantly, the KPU must explain that the Empty Bumbung is also entitled to be elected, because the Empty Bumbung is part of what is regulated in the Pilkada Law. Do not be afraid, then the independence of the KPU is at stake, “he added. (mam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *