Honorer Pemkot Juga ‘Kehilangan’ Hak BSU

Sarbumusi Minta Semua Pekerja Dimasukkan BPJS Ketenagakerjaan

KEDIRI – Banyaknya pekerja yang kehilangan hak mendapatkan Bantuan Sosial Upah (BSU) karena tidak didaftarkan ke BPJS Ketenagakerjaan. Selain para guru, pegawai honorer Pemkot juga belum masuk BPJS Ketenagakerjaan. Sehingga mereka juga kehilangan hak mendapatkan BSU.

DIKUSI TERBATAS : DPC Sarbumusi Kota Kediri menggelar diskusi terbatas tentang ketenagakerjaan

Hilangnya hak mendapatkan BSU karena belum masuk BPJS Ketenagakerjaan ini, dinilai sebagai akibat dari lemahnya pengawasan ketenagakerjaan. Padahal, BSU dirasakan sangat dibutuhkan oleh para pekerja. “Tidak dimasukkannya pekerja ke BPJS Ketenagakerjaan, itu termasuk pelanggaran di tempat kerja. Khususnya, bagi pemberi pekerjaan yang sudah memenuhi syarat,”ujar Suyadi, ketua DPC Sarikat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi) Kota Kediri, usai diskusi peringatan HUT Sarbumusi.

Seperti diberitakan, ribuan guru swasta dan pekerja lain di Kota Kediri, termasuk sejumlah honorer di lingkungan Pemkot Kediri, kehilangan hak mendapatkan BSU dari pemerintah pusat senilai Rp 600 ribu per bulan, karena tidak didaftarkan ke BPJS Ketenagakerjaan. Meskipun iuran per bulan hanya sekitar Rp 10 ribu.

Sarbumusi berharap, seluruh pemberi kerja yang sudah memenuhi syarat, yaitu minimal 10 pekerja, untuk segera memasukkan para pekerja mereka ke BPJS Ketenagakerjaan. Mengingat, nilai iurannya sangat terjangkau dan pekerja mereka bisa mendapatkan bantuan kesejahteraan. “Memasukkan tenaga kerja ke BPJS Ketenagakerjaan, bisa dijadikan bagian dari upaya mensejahterakan pekerja. Iuran yang dikeluarkan jauh lebih kecil dibanding BSU yang diterima,”tandas Suyadi.

Sementara itu, Arif B. Nurcahyo, Kasi Ketenagaan Disnaker Kota Kediri, saat dikonfirmasi melalui saluran WA mengakui bahwa para pengawai honorer di lingkungan Pemkot Kediri, juga belum dimasukkan ke BPJS Ketenagakerjaan. “Menunggu kebijakan pimpinan,”katanya.

Honorary City Government Also “Loses” BSU

Sarbumusi asks all workers to be included in the BPJS Ketenagakerjaan

KEDIRI – The number of workers who have lost their right to receive Wage Social Assistance (BSU) because they are not registered with BPJS Ketenagakerjaan. Apart from the teachers, the honorary employees of the City Government have not yet entered the Employment BPJS. So they also lose their right to get BSU.
The loss of the right to get a BSU because it has not yet entered BPJS Ketenagakerjaan, is considered to be a result of weak labor inspection. In fact, the workers felt that BSU was really needed. “The exclusion of workers from BPJS Ketenagakerjaan is considered a violation in the workplace. In particular, for job providers who have met the requirements, ”said Suyadi, chairman of the DPC Sarikat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi) Kediri City, after a discussion on the commemoration of the Sarbumusi anniversary.
As reported, thousands of private teachers and other workers in the City of Kediri, including a number of honorariums within the Kediri City Government, lost their right to receive BSU from the central government worth Rp. 600 thousand per month, because they were not registered with BPJS Ketenagakerjaan. Although the monthly fee is only around IDR 10 thousand.
Sarbumusi hopes that all employers who have met the requirements, namely at least 10 workers, will immediately send their workers to BPJS Ketenagakerjaan. Given, the value of the contributions is very affordable and their workers can get welfare assistance. “Entering workers into BPJS Ketenagakerjaan, can be used as part of efforts to improve workers’ welfare. The fees issued are much smaller than the BSU received, “said Suyadi.
Meanwhile, Arif B. Nurcahyo, Head of the Manpower Office for the City of Kediri, when confirmed through the WA channel, admitted that the honorary employees in the Kediri City Government have also not been admitted to BPJS Ketenagakerjaan. “Waiting for the leadership’s policy,” he said.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *