Sengketa Pondok Prigi Cottage, Sidang di Lokasi

TRENGGALEK – Sengketa kasus tanah kompleks Pondok Prigi Cottage, di Pantai Karanggongso, Prigi, di Desa Tasikmadu, Kec.Watulimo, Trenggalek, dilakukan sidang di tempat atau di lokasi sengketa oleh Pengadilan Negeri (PN) Trenggalek, Kamis (17/8/20)  untuk melihat langsung faktual objek sengketa, antara tergugat dan penggugat. Hasilnya, para penggugat ternyata tidak mampu menunjukkan batas-batas tanah yang mereka klaim sebagai miliknya.

Sidang di tempat sengketa itu, juga disaksikan sejumlah perangkat desa setempat dan aparat keamanan, serta pihak-pihak terkait, khususnya majelis hakim yang memimpin sidang, tergugat, penggugat, dan  saksi.

SIDANG DI TEMPAT : Majelis hakim dan para pihak melakukan sidang di lokasi Pondok Prigi Cottage, yang disengketakan

Sengketa tanah kompleks Pondok Prigi Cottage itu, bermula dari gugatan yang diajukan oleh Bambang Adi Winarno, salah satu ahli waris (alm) Notosoediro M. Suparman,  pada tanah seluas 173.310 m2, dengan dasar petok C desa No. 224 a/n Notosoediro M. Suparman. Bambang hanya menggugat kepemilikan tanah Pondok Prigi Cottage, seluas sekitar 7000 m2.

Eko Budiono SH. Penasehat hukum Pondok Prigi Cottage, menjelaskan gugatan itu aneh, karena Bambang hanya menggugat tanah yang dikuasai Pondok Prigi Indah Cottage. Sedangkan yang lain tidak. “Di satu sisi gugatan saja aneh, karena dasar hukum yang  dia gunakan petok C desa dengan luas tanah 173.310 m2, tapi yang digugat hanya 7000 m2. Tanah yang digugat itu sudah sertifikat hak milik Pondok Prigi Cottage,”ujar Eko.

Menurut Eko, berdasarkan sejarah dan fakta-fakta di lapangan, tanah milik (alm) Notosoediro itu sudah habis terjual  antara tahun 1953-1960. Dijual kepada para warga sekitar. Sehingga semuanya  sekarang sudah menjadi hak sejumlah warga lain. “Pondok Prigi Cottage, membeli tanah itu juga dari warga lain, bukan dari ahli waris. Karena sebelumnya memang sudah dikuasai oleh warga lain,”tandas Eko.  (mam)

Court of dispute Pondok Prigi Cottage, Court on Location

TRENGGALEK – The land dispute in the Pondok Prigi Cottage complex, at Karanggongso Beach, Prigi, in Tasikmadu Village, Watulimo Subdistrict, Trenggalek, held a hearing on the spot or at the location of the dispute by the Trenggalek District Court (PN), Thursday (17/8/20) to see firsthand the factual object of the dispute, between the defendant and the plaintiff. As a result, the plaintiffs were unable to show the boundaries of the land they claimed to belong to.
The trial at the location of the dispute was also witnessed by a number of local village officials and security forces, as well as related parties, especially the panel of judges who presided over the trial, the defendant, plaintiff and witnesses.
The land dispute in the Pondok Prigi Cottage complex originated from a lawsuit filed by Bambang Adi Winarno, one of the heirs (late) of Notosoediro M. Suparman, on a land area of ​​173,310 m2, on the basis of clamp C village No. 224 a / n Notosoediro M. Suparman. Bambang only sued the ownership of the land at Pondok Prigi Cottage, covering an area of ​​about 7000 m2.
Eko Budiono SH. Pondok Prigi Cottage’s legal advisor, explained that the lawsuit was strange, because Bambang was only suing for land controlled by Pondok Prigi Indah Cottage. Others don’t. “On the one hand, the lawsuit is strange, because the legal basis for which he used a village charter with a land area of ​​173,310 m2, but only 7,000 m2 he was sued for. The land being sued is already a certificate of ownership of Pondok Prigi Cottage, “said Eko.
According to Eko, based on history and facts in the field, the land belonging to (late) Notosoediro was sold out between 1953-1960. Sold to local residents. So that everything is now the right of a number of other citizens. “Pondok Prigi Cottage, bought the land also from other residents, not from the heirs. Because previously it was controlled by other residents, “said Eko. (mam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *