Warga Pojok Ancam Blokir TPA

ANCAM BLOKIR TPA : Angka Setiawan, perwakilan warga Kelurahan Pojok yang terimbas pencemaran lingkungan

Ngluruk ke DPRD Kota, Tidak Ada Anggota Dewan yang Menemui

KEDIRI – Sejumlah warga Kelurahan Pojok, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, khususnya yang terdampak  polusi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) mengancam akan memblokir truk pembuang sampah yang menuju ke TPA, jika dalam waktu satu minggu ke depan, dana kompensasi untuk warga tidak segera ada kejelasan terkait kapan akan diserahkan ke warga. “Kita akan menunggu satu minggu, jika tidak ada kejelasan kami akan blokir TPA,”ujar Angkasa Setiawan, saat menggeruduk kantor DPRD Kota Kediri, Senin, 20 Juli 2020.

Aksi menggeruduk kantor DPRD dan Pemkot Kediri, ini sudah yang ke lima kalinya tahun ini, terkait permintaan dana kompensasi polusi di kawasan TPA. Namun, mereka hanya selalu dijanjikan. Padahal, mereka merasa sangat membutuhkan dana itu di tengah pandemic covid-19.

Pada aksi terakhir ini, mereka sama sekali tidak ditemui oleh anggota dewan. Saat mereka datang, tidak ada satu pun anggota DPRD Kota Kediri yang berada di kantor.  Informasi yang dikumpulkan kediripost, sebagian anggota dewan sedang kunjungan kerja ke luar kota. Sedangkan yang lain, tidak terlihat di kantor. Mereka hanya ditemui oleh Tri Krisminarko, salah satu kepala bagian di  Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan, dan Pertamanan (DLHKP) Kota Kediri, yang datang mewakili dinasnya.

Tri Krisminarko saat menemui warga, juga tidak berani memberikan kepastian dana kompensasi itu akan dicairkan.  Dia menampung usulan mereka dan menyatakan akan menyampaikan usulan mereka ke pimpinannya dan mengkomunikasikan ke dewan.  “Saya tampung masukannya, nanti akan saya sampaikan ke pimpinan,”jawab Tri.  (mam)

Residents of Pojok Threaten to Block TPA

KEDIRI – A number of Pojok Village residents, Mojoroto Subdistrict, Kediri City, especially those affected by the Final Disposal Site (TPA) have threatened to block the garbage disposal trucks going to the landfill, if within the next week, compensation funds for residents will not immediately be clear related to when it will be submitted to citizens. “We will wait for one week, if there is no clarity we will block the TPA,” Angkasa Setiawan said, when he attacked the Kediri City DPRD office, Monday, July 20, 2020.
This raid on the DPRD and Kediri City Government offices, this is the fifth time this year, related to requests for pollution compensation funds in the landfill area. However, they are only always promised. In fact, they felt they really needed the funds amid the co-19 pandemic.
In this last action, they were not met by the board members. When they arrived, no member of the Kediri City DPRD was in the office. Information collected by Kediripost, some members of the council are on a working visit outside the city. While others, are not seen in the office. They were only met by Tri Krisminarko, one of the heads of the Department of Environment, Sanitation and Parks (DLHKP) of the City of Kediri, who came to represent his department.
Tri Krisminarko when meeting with residents, also did not dare to provide certainty that the compensation funds would be disbursed. He accommodated their proposals and stated that they would submit their proposals to their leaders and communicate to the council. “I accommodate the input, I will convey it to the leadership,” Tri answered. (mam)
Kirim masukan
Histori
Disimpan
Komunitas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *