Pengisian Wawali, Dewan Ngebut, Partai Santai

KETUA PANSUS PENGISIAN WAWALI : Ashari, anggota DPRD Kota Kediri dari Partai Demokrat

KEDIRI – DPRD Kota Kediri tampaknya berusaha ngebut untuk  pengisian Wakil Walikota (Wawali). Usai paripurna pemberhentian Wakil Walikota (alm) Hj. Lilik Muhibbah alias Ning Lik, dewan langsung membentuk Panitia Khusus (Pansus) tata tertib pengisian Wawali dengan rapat paripurna,Kamis, 16 Juli 2020. Hasilnya, dewan menunjuk Azhari dari Partai Demokrat sebagai ketua Pansus. “Pansus sudah dibentuk untuk menggodok tatatertib. Ketuasnya Ashari,”ujar Bambang Giantoro, anggota DPRD Kota Kediri dari Partai Hanura.

Sementara dua partai pengusung yaitu PAN dan Nasdem yang berhak mengusulkan calon Wawali, terkesan masih santai dan tidak mau tergesa-gesa. Meskipun mereka tetap menyiapkan para kandidat calon Wawali pengganti (alm) Ning Lik.  Karena yang memilih Wawali nanti adalah para anggota DPRD Kota Kediri setelah diusulkan oleh partai pengusung.

PAN sebagai pengusung utama masih belum melakukan pleno internal untuk menentukan siapa nama yang diusulkan ke DPP. Meskipun sudah muncul dua nama kandidat dari internal yaitu Agus Puji Hadi dan Reza Darmawan.  “Masih belum. Ini masih sibuk persiapan Muswil provinsi dan masih pandemi corona,”ujar Abdul Bagi, ketua DPD PAN Kota Kediri, yang dihubungi melalui saluran whatsap.

Sedangkan Nasdem, sebelumnya mengaku akan ngotot mengusung kader sendiri meskipun belum menyebut nama. Di internal Nasdem, ada kandidat Nafis Kurtubi (ketua DPD Nasdem), Khoirudin Mustofa (Sekretaris Nasdem) dan Hartingah. Di luar PAN dan Nasdem, ada nama Ahmad Muqtadir dari PPP yang disebut-sebut sebagai kandidat calon alternatif.

Sedangkan Nafis Kurtubi, sebelumnya menjelaskan bahwa tidak ada batasan waktu yang ditentukan untuk pengisian Wawali. Bisa seminggu, setahun, dua tahun, bahkan tidak diisi pun tidak masalah. “Kan tidak ada batasan waktunya. Kita akan ngotot mengusung kader Nasdem sendiri,”ujarnya. (mam)

Filling in the Vice Mayor, the Council of Drag,

the Party of Relaxing

KEDIRI – Kediri City DPRD seems to be speeding to fill the Deputy Mayor (Deputy Mayor). After the plenary of the dismissal of the Deputy Mayor (late) Hj. Lilik Muhibbah alias Ning Lik, the council immediately formed a Special Committee (Pansus) for the order of filling the Vice Mayor with a plenary meeting on Thursday, July 16, 2020. As a result, the council appointed Azhari from the Democratic Party as chair of the Special Committee. “Special Committee has been formed to form order. Ashari is satisfied, “said Bambang Giantoro, a member of the Kediri City DPRD from the Hanura Party.
While the two supporting parties, namely PAN and Nasdem, who are entitled to propose candidates for Vice Mayor, seem to be relaxed and do not want to rush. Although they still prepare candidates for the Vice Mayor (late) Ning Lik. Because the ones who voted for the Vice Mayor were the members of the City of Kediri DPRD after being proposed by the supporting party.
PAN as the main bearer has not yet conducted an internal plenary to determine who the proposed name to the DPP. Although there are already two names from internal candidates, Agus Puji Hadi and Reza Darmawan. “Still not yet. This is still busy preparing for the provincial Muswil and is still a corona pandemic, “said Abdul Bagi, chairman of the PAN City Council of Kediri, who was contacted via whatsap channel.
While Nasdem, previously admitted that he would insist on bringing his own cadres even though they have not yet mentioned names. Internally in Nasdem, there are candidates Nafis Kurtubi (chairman of Nasdem DPD), Khoirudin Mustofa (Nasdem Secretary) and Hartingah. Outside PAN and Nasdem, there is the name Ahmad Muqtadir from PPP who is touted as an alternative candidate.
While Nafis Kurtubi, previously explained that there was no time limit set for filling the Vice Mayor. It can be a week, a year, two years, not even being filled is not a problem. “There is no time limit. We will insist on bringing in the Nasdem cadres themselves, “he said. (mam)

Kirim masukan
Histori
Disimpan
Komunitas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *