Tanpa Wawali, Pemkot Tetap Normal

T

TETAP NORMAL : Walikota Abdullah Abu Bakar dan ketua DPRD Kota Kediri Sunoto saat paripurna pemberhentian Ning lik sebagai Wakil Walikota karene meninggal dunia

KEDIRI – Roda organisasi Pemerintah Kota Kediri, dirasakan oleh Walikota Abdullah Abu Bakar alias Mas Abu, tetap normal seperti biasa meskipun tidak ada Wakil Walikota (Wawali) setelah Hj. Lilik Muhibbah alias Ning Lik meninggal dunia. “Tanpa Wakil, selama ini normal-normal saja. Pemerintahan berjalan seperti biasanya,”ujar Mas Abu, ditemui usai rapat paripurna pemberhentian Ning Lik sebagai Wakil Walikota  di kantor DPRD Kota Kediri, Jumat, 10 Juli 2020.

Saat ditanya apakah Mas Abu memiliki satu nama yang diinginkan untuk mendampingi dirinya sebagai Wawali, Mas Abu menolak menjawab. Dia menyerahkan masalah Wawali ke partai, karena yang berhak mengusulkan nama calon wawali adalah partai pengusung. “Pemerintahan tetap berjalan dengan baik, normal-normal saja. Kalau soal nama Wawali itu urusannya partai pengusung,”jelasnya.

Untuk itu, Mas Abu tidak mau berbicara banyak terkait pengisian Wawali. Dia akan mengikuti saja mekanisme yang berjalan. Dia juga berharap, Wawali yang ada nanti tetap bisa bekerjasama dengan dirinya untuk mensukseskan program-program yang sudah ditetapkan Pemerintak Kota Kediri. “Kita ikuti mekanisme, kita serahkan ke partai pengusung dan anggota dewan,”tandas Mas Abu.

Seperti diberitakan sebelumnya, sejumlah nama kandidat calon Wawali sudah bermunculan di masyarakat, mereka antara lain Agus Puji Hadi (bendahara PAN), Reza Darmawan (anggota DPRD dari PAN), Ahmad Muqtadir (anggota DPRD dari PPP). Sedangkan Nasdem menginginkan kadernya sendiri untuk menjadi Wawali, meskipun belum menyebut nama. (mam)

Without Deputy, City Government remains normal

KEDIRI – The wheels of the Kediri City Government organization, felt by Mayor Abdullah Abu Bakar alias Mas Abu, remained normal as usual even though there was no Deputy Mayor (Vice Mayor) after Hj. Lilik Muhibbah alias Ning Lik died. “Without a representative, so far it has been normal. The government is running as usual, “said Mas Abu, met after the plenary meeting of the dismissal of Ning Lik as Deputy Mayor at the Kediri City DPRD office, Friday, July 10, 2020.
When asked whether Mas Abu had the name he wanted to accompany himself as Vice Mayor, Mas Abu refused to answer. He submitted the issue of Vice Mayor to the party, because the party entitled to propose the name of the prospective Vice Mayor was the bearer party. “The government continues to run well, normal. “Regarding the name of the Vice Mayor, it is the business of the bearer party,” he explained.
For this reason, Mas Abu did not want to talk much about filling in the Vice Mayor. He will just follow the mechanism that works. He also hoped that the future Vice Mayor would still be able to work with him to succeed the programs that had been established by the City Government of Kediri. “We follow the mechanism, we submit it to the bearers and council members,” said Mas Abu.
As reported previously, a number of candidates for the Vice Mayor candidates have appeared in the community, including Agus Puji Hadi (PAN treasurer), Reza Darmawan (DPRD member from PAN), Ahmad Muqtadir (DPRD member from PPP). While Nasdem wants his own cadre to become a Deputy, even though he has not yet mentioned a name. (mam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *