Peduli Covid,  Imigrasi Kediri Sisihkan Gaji Bantu Warga Terdampak

Pandemi

Pandemi Corona, Pegawai Imigrasi Kediri Berikan bantuan warga kurang mampu

Kediri- Sebagai wujud kepedulian terhadap warga,Kantor Imigrasi Kediri kembali salurkan bantuan kepada masyakat terdapak Covid-19. Bantuan ini disalurkan kepada masyarakat yang harus berjuang di jalanan dan masyarakat sekitar yang membutuhkan.

Kali ini bantuan yang disalurkan sejumlah 66 paket sembako, vitamin 50 pcs, masker, hand sanitizer, dan 100 nasi bungkus. Donasi ini dikumpulkan dari pegawai Imigrasi Kediri dengan menyisihkan sebagian gaji bulanannya.

Rakha Sukma Purnama, Kepala Kantor Imigrasi menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada pegawai yang telah rela menyisihkan sebagian rezekinya.

“Hal ini merupakan ikhtiar kecil kami untuk membantu masyakat yang terdampak pandemi dan semoga pandemi ini segera berakhir sehingga masyakat dapat kembali berkativitas,” jelas Rakha.

Kegiatan serupa juga dilaksanakan secara serentak hari ini oleh seluruh UPT di lingkungan Kator Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Timur dalam gerakan ‘Pengayoman Peduli Jatim: Bersatu Lawan Covid-19,’ Kegiatan ini bertujuan untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak Covid-19 khususnya di wilayah Jawa Timur.

Sebanyak 5.000 paket sembako yang terdiri dari sekitar 16 ton beras, 5.000 liter minyak goreng, 3,1 ton gula pasir, 500 dus mie instan, dan berbagai jenis bahan makanan disalurkan hari ini kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Hari ini kami melakukan aksi sosial yang diikuti serentak bersama 63 UPT jajaran baik lapas atau rutan, kantor imigrasi, balai pemasyarakatan, rumah penitipan benda sitaan negara hingga balai harta peninggalan,” ujar Krismono, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Timur.

Krismono menambahkan bahwa penyaluran bantuan yang dilakukan mengikuti anjuran pemerintah sesuai protokol pencegahan dan penanganan COVID-19. Selain tepat sasaran, pihaknya ingin penyaluran bantuan ini berlangsung aman dan tertib.

“Kami berharap, dengan gotong royong ini, bisa menjadi menguatkan seluruh elemen masyarakat untuk melewati masa pandemi ini dengan tetap dalam kondisi sehat walafiat,” harap pria berumur 58 tahun itu. (bd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *