Traffic Light Mati, Tidak Ada Polisi

WARGA BAIK HATI : Menggantikan polisi mengatur lalu lintas agar tidak terjadi kecelakaan saat lampu mati

Pada kondisi lampu mati hingga traffic light tidak berfungsi, hampir selalu polisi tidak ada di lokasi untuk mengatur lalu lintas. Terkesan, polisi justru ‘menghilang’ saat traffic light mati. Saat traffic light hidup, justru sering polisi berdiri di pojok seakan menunggu pelanggar lalu lintas. Bukankah justru kalau trafic light hidup, lalu lintas otomatis sudah diatur traffic light? Jika traffic light mati, justru diperlukan pengaturan lalu lintas manual?

Untung saja ada sejumlah warga yang baik hati, yang mau mengatur lalu lintas agar tidak terjadi kecelakaan. Seperti pada Rabu (25/3/2020) di perempatan sebelah timur jembatan Brawijaya ini. Tidak ada lampu trffic light, tidak ada pelanggaran, tidak ada? (mam)

TRAFFIC LIGHT OFF, NO POLICE:

In the condition that the lights go out until the traffic light is not functioning, almost always the police are not there to manage the traffic. Impressed, the police actually ‘disappeared’ when the traffic light died. When the traffic light is on, it is often the police standing in the corner as if waiting for traffic violators. Fortunately, there are a number of kind-hearted citizens who want to manage traffic so that accidents do not occur. As on Wednesday (3/25/2020) at the crossroad east of the Brawijaya bridge. No trffic light, no offense, no? (mam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *