Walikota Melarang Sholat Jum’at Berjamaah

SHOLAT JUMAT BERJAMAAH DILARANG : Walikota Kediri Abdullah Abu bakar menutup seluruh tempat ibadah di Kota Kediri

KEDIRI – Walikota Kediri H. Abdullah Abu Bakar mengambil keputusan ekstrem. Melarang Sholat Jumat berjamaah. Larangan itu, bersamaan dengan keluarnya SE Walikota, Senin (23/3/2020), tentang penutupan seluruh tempat ibadah di Kota Kediri. Itu berarti, Masjid, Musholla, Gereja, Pura, Wihara, Klenteng, semuanya ditutup. “Saya minta tolong kepada tokoh-tokoh agama untuk membantu memperintahkan kepada masyarakat agar berdiam diri di rumah,” tegas Mas Abu, dalam press release yang diterima Kediripost. co.id

Hanya saja, bagaimana bentuk penutupan itu, tidak dijelaskan. Termasuk apakah sholat Jumat di Kota Kediri juga dilarang, juga tidak disebutkan. Berdasarkan pantauan kediripost.co.id. Surat Edaran (SE) Walikota sama sekali tidak berjalan. Sampai Rabu (25/3/2020), seluruh masjid dan musholla di Kota Kediri masih berjalan seperti biasanya, jamaah sholat Dhuhur, Sholat Asyar, Sholat Magrib, Sholat Isya’ dan sholat Subuh, tetap berjalan seperti biasanya. Sehingga SE Walikota Kediri tentang penutupan tempat ibadah seperti pepesan kosong.

Kabag Humas Pemkot Kediri, Apip Purnama, saat dikonfirmasi terkait dengan SE Walikota tentang penutupan tempat ibadah ini, membenarkan adanya SE itu. Hanya saja, saat ditanya apakah sholat Jumat di Kota Kediri juga dilarang, Apip malah menjawab bahwa Sholat Jumat pada Jumat lalu (20/3/2020) juga berjamaah. Saat diberitahu bahwa Hri Jumat 20/3/2020 itu belum ada SE Walikota, Apip malah menjawab. “Mosok?” jawab Apip.

Ketika kediripost.co.id menanyakan tentang SE Walikota itu ke call center pencegahan corona di nomor 0811-3787-119, menjelaskan bahwa untuk saat ini tidak diperbolehkan sholat berjamaah. Saat ditanya apakah sholat Jumat berjamaah juga tidak boleh? “Ya,” jawab dari call centre itu.

Juru bicara pencegahan Corona di Kota Kediri, dr. Fauzan Adhima saat ditanya tentang larangan sholat Jumat, juga tidak menjawab dengan tegas. Dia menjelaskan bahwa yang  hadir rapat kemarin semua lintas agama, tidak spesifik membahas masalah sholat jum’at. “Semua peribadatan yang mengumpulkan orang banyak dihimbau untuk tidak dilakukan demi kebaikan bersama dalam  mencegah covid-19,”katanya. (mam)

 

Mayor Forbids Friday Prayers in Congregation

KEDIRI – Mayor of Kediri H. Abdullah Abu Bakar took an extreme decision. Prohibit Friday Prayers in congregation. The ban, along with the issuance of the Mayor’s SE, Monday (03/23/2020), about the closure of all places of worship in the City of Kediri. That means, mosques, small mosques, churches, temples, temples, temples, are all closed. “I ask for help from religious leaders to help instruct the people to stay at home,” said Mas Abu, in a press release received by Kediripost. co.id
However, what the closure is, is not explained. Including whether Friday prayers in Kediri City are also prohibited, also not mentioned. Based on kediripost.co.id monitoring. Circular (SE) Mayor not at all running. Until Wednesday (3/25/2020), all mosques and prayer rooms in Kediri City were still running as usual, the Dhuhur prayer, Asyar Prayers, Magrib Prayers, Isha Prayers’ and Fajr Prayers, continued as usual. So SE Mayor of Kediri about closing places of worship such as pepesan empty.
The Head of Public Relations of the Kediri City Government, Apip Purnama, when confirmed in connection with the Mayor’s SE about the closure of this place of worship, confirmed the existence of the SE. It’s just that, when asked whether Friday prayers in Kediri City are also prohibited, Apip instead answered that Friday Prayers on Friday (3/20/2020) also congregated. When he was told that Hri Friday 20/3/2020 there was no SE Mayor, Apip answered instead. “Mosok?” Apip answered.
When Kediripost.co.id asked about the Mayor’s SE to the corona prevention call center at number 0811-3787-119, explaining that for now prayer is not allowed in congregation. When asked whether Friday prayers in congregation are also not allowed? “Yes,” answered the call center.

Corona prevention spokesman in Kediri City, Dr. Fauzan Adhima, when asked about the prohibition on Friday prayers, also did not answer firmly. He explained that those who attended the meeting yesterday were all interfaith, not specifically discussing Friday prayer issues. “All worship that gathers people is called upon not to be done for the common good in preventing co-19,” he said.(mam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *