Corona, Pemerintah Pusat Siapkan Anggaran Rp 62,3 T, Pemkot Kediri Rp. 20 M

Walikota kediri, Abdullah Abubakar , saat menggelar rapat koordinasi pencegahan Covid 19, bersama Kapolresta, Dandim dan OPD terkait, di ruang Kilisuci, Balai Kota Kediri

KEDIRI – Jumlah kasus pandemi corona atau Covid 19 di Indonesia terus mengalami penigkatan. Berdasar data didapat, menyebut per 24 Maret 2020 mencapai 579 dinyatakan posisit, 49 meninggal dan 30 sudah sembuh. Jumlah tersebut diprediksi akan terus bertambah.

Menyikapi persoalan tersebut, berbagai cara pun dilakukan pemerintah baik di pusat maupun di daerah guna melakukan pencegahan terhadap wabah pandemi virus corona atau covid 19 yang kian memprihatinkan. Diantaranya, pengalokasian sejumlah anggaran untuk menghadapi virus yang tergolong mamatikan itu.

Sebagaimana diberitakan di sejumlah media massa, disebutkan bahwa pemerintah pusat melalui Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati beberapa waktu lalu menyatakan telah menyiapkan dana tambahan sebesar Rp 62,3 triliun untuk penanganan virus corona (COVID-19) di Indonesia. Hanya saja, keperuntukan anggaran tersebut hanya digunakan atau dimanfaatkan diantaranya untuk pengadaan alat dan fasilitas untuk tes Covid-19 massal secara gratis.

Selain itu, dipergunakan untuk penambahan alat perlindungan diri bagi tenaga kesehatan, penambahan fasilitas rumah sakit, pengobatan pasien virus corona gratis, serta upaya-upaya menangkal penyebaran virus tersebut.

Smentara itu, hal serupa dilakukan oleh pemerintah Kota Kediri, juga telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 20,3 miliar. Dana tersebut berasal dari perubahan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) sebesar Rp 15,3 miliar, kemudian ditambah Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik/ Bantuan Operasional Kesehatan yang ada di puskesmas sebesar Rp 5 miliar.

Malahan, jika anggaran ini nanti tidak cukup, Pemkot Kediri akan menggunakan skema Belanja Tidak Terduga (BTT) dan perubahan Dana Alokasi Umum (DAU).

“Penggunaan anggaran ini sebagian besar dialokasikan untuk pengadaan masker, hand sanitizer, desinfektan, sprayer, dan APD untuk rumah sakit dan puskesmas,” jelas Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Kediri dr. Fauzan Adima.

“Untuk masker, hand sanitizer dan desinfektan nantinya akan dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan,” tambahnya.

Fauzan mengatakan anggaran tersebut juga akan digunakan untuk penyediaan dan perbaikan ruang isolasi untuk RSUD Gambiran, Kota Kediri. (wan)

Walikota kediri, Abdullah Abubakar , saat menggelar rapat koordinasi pencegahan Covid 19, di ruang Kilisuci, Balai Kota Kediri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *