Rawat Jenazah Corona, Tanpa Perlakuan Khusus

 

TIDAK PERLU TAKUT : Dr. Fauzan Adhima bersama Irfan Ilmi dan Krisna Setiawan, pada acara Wartawan Peduli Corona di Hutan Kota Joyoboyo Kediri

KEDIRI – Jenazah korban virus corona, tidak perlu perlakuan khusus, misalnya seperti jenazah yang terkena virus AIDS. Sebab, virus corona akan mati dengan sendirinya bersama meninggalnya korban, hanya dalam waktu sekitar 2 jam. “Masyarakat tidak perlu takut merawat jenazah korban Corona. Dirawat seperti biasa. Tidak ada perlakuan khusus,”ujar dr. Fauzan Adhima, Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri, saat memberikan pengarahan pada acara ‘Wartawan Kediri Peduli Corona’ di hutan kota Joyoboyo, Rabu (18/3/3030).

Menurut Fauzan, berbeda dengan AIDS yang virusnya baru akan mati daalam beberapa hari setelah korban meninggal dunia. Sehingga perlu perlakuan khusus. Misalnya jenazah harus diberi bungkus plastik dulu agar cairannya tidak sampai mengembang kemana-mana. “Kalau Corona perawatannya sama dengan jenazah biasa,”tambahnya.

Secara umum, lanjut Fauzan, sebenarnya tingkat prosentatif kematian korban virus Corona tidak besar, tetapi karena sudah ada pengumuman Pandemi dari WHO, maka seluruh anggota WHO harus mengikuti prosedur yang sudah ditetapkan, guna pencegahan pengembangan virus Corona. “Penyebaran virus Corona itu menempel dari satu orang ke orang lain. Virusnya tidak beterbangan. Sebenarnya, salaman boleh-boleh saja. Asal setelah salaman tidak ngupil, mengucek mata, memegang makanan. Cuma kan sering kita itu melakukan ngupil, kucek mata, atau memegang makan itu reflek. Untuk antisipasi, sekalian saja dilarang salaman,”tandas Fauzan.

Pada acara itu juga dihadiri Irfan Ilmie, wartawan LKBN Antara yang bertugas di Beijing, dan Krisna Setiawan, Kepala Dinas Kominfo Pemkab Kediri. Setelah itu, para wartawan membagikan hand sanitizer kepada masyarakat yang melewati jalur tersebut. (mam)

Care for Corona’s Body, Without Special Treatment

KEDIRI – The coronae victims of the corona virus do not need special treatment, for example like a corpse affected by the AIDS virus. Because, the corona virus will die by itself along with the death of the victim, only in about 2 hours. “The public does not need to be afraid to care for the corpses of Corona victims. Be treated as usual. There is no special treatment, “said dr. Fauzan Adhima, Head of the City of Kediri Health Service, gave a briefing at the ‘Correspondent Kediri Care Corona’ event in Joyoboyo city forest, Wednesday (3/18/3030).

According to Fauzan, it is different from AIDS, where the virus will only die within a few days after the victim dies. So it needs special treatment. For example the body must be given a plastic wrap first so that the liquid does not expand everywhere. “If Corona is treated the same as an ordinary corpse,” he added.

In general, continued Fauzan, the actual percentage of death rates for victims of the Corona virus is not large, but because there has been a Pandemic announcement from WHO, all WHO members must follow established procedures, in order to prevent the development of the Corona virus. “The Corona virus spreads from one person to another. The virus is not flying. Actually, handshaking is fine. As long as you don’t pick your nose, rub your eyes, hold food. It’s just that we often pick our nose, rub my eyes, or hold our food reflexively. To anticipate, it is also forbidden to shake hands, “said Fauzan.

The event was also attended by Irfan Ilmie, LKBN Antara journalist who served in Beijing, and Krisna Setiawan, Head of the Department of Communication and Information of Kediri Regency. After that, the reporters distributed hand sanitizers to the people who passed the route. (mam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *