Tanggap Covid-19, Bupati Bentuk Gugus Penanganan Corona

SIGAP BENCANA CORONA : Bupati Haryanti menjelaskan sejumlah langkah yang diambil Pemkab Kediri menghadapo wabah Covid-19

KEDIRI – Perkembangan virus Covid-19 yang terus merambah, membuat Pemerintah Kabupaten Kediri bertindak cepat. Bupati menetapkan status darurat bencana Covid-19. Bahkan perayaan Hari Jadi Kabupaten Kediri ke-1216, pada 25 Maret tahun 2020, dibatalkan. Meskipun Pemkab Kediri sudah menyiapkan sejumlah acara yang akan digelar. “Pemerintah Kabupaten Kediri telah membentuk gugus tugas untuk penanganan Covid-19. Masyarakat tidak perlu khawatir,” kata Haryanti, dalam konferensi pers di ruang rapat bupati, Senin (16/3/2020).

Hadir dalam konferensi pers itu antara lain Kepala Dinas Kesehatan Dr. Bambang Triyono Putro, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, dan sejumlah kepala OPD di lingkup Pemkab Kediri.

Haryanti menjelaskan, puncak hari jadi Kabupaten Kediri terpaksa dibatalkan karena pesertanya cukup besar dan biasanya menyedot massa dari berbagai daerah yang ikut menyaksikan. “Kami mengutamakan keselamatan warga. Puncak acara Hari Jadi Kabupaten Kediri dengan pentas seribu penari, kita batalkan,”tandas Haryanti.

Haryanti juga memastikan seluruh tenaga medis di Kabupaten Kediri dan sarana kesehatan yang ada, sudah siap menangani jika ada pasien Covid-19. “Untuk biaya penanganan wabah ini, pemerintah daerah akan menalangi dari dana tak terduga APBD Kabupaten Kediri,” katanya.

Sebagai bentuk antisipasi agar tidak tertular Corona, bupati menghimbau masyarakat untuk menerapkan hidup sehat dan menjaga kebersihan. Di antaranya dengan membiasakan mencuci tangan dengan sabun serta menghindari kontak fisik dengan orang lain. (mam/adv)

11  Langkah Menghadapi Covid-19 :

  1. Kabupaten Kediri dinyatakan siaga darurat bencana Covid 19.
  2.  Membentuk Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19.
  3. Menghimbau kepada masyarakat untuk hidup sehat
  4. Membiasakan cuci tangan memakai sabun, menghindari kontak fisik, bersalaman dan cipika-cipiki.
  5. Jika menderita batuk pilek, memakai masker
  6. Apabila menderita batuk, pilek disertai demam segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.
  7. Pendidikan TK, SD dan SMP diliburkan untuk belajar di rumah.
  8. Menghimbau kepada lembaga pendidikan non formal untuk diliburkan.
  9. Menghentikan kegiatan yang berpotensi mengumpulkan massa banyak.
  10. Menyusun SOP di RSUD Pare sebagai RS rujukan penanganan Covid 19.
  11. Membuka Hotlne Covid 19:
    – Website Dinas Kesehatan : www.dinkeskedirikab.go.id
    – Hotline Dinas Kesehatan : 081217191800
    – Posko Dinkes : 7414000
    – Juru bicara i Penanganan Covid -19 Bambang Triono : 082244177484

Covid-19 Response, Corona Management Cluster Form

KEDIRI – The development of the Covid-19 virus which continues to spread, makes the Kediri Regency Government act quickly. The Regent determines the status of Covid-19 disaster emergency. Even the 1216th Anniversary of the Kediri Regency, on March 25, 2020, was canceled. Although the Kediri Regency Government has prepared a number of events to be held. “The Kediri Regency Government has formed a task force for handling Covid-19. The public does not need to worry, “Haryanti said, in a press conference in the regent’s meeting room on Monday (3/16/2020).
Present at the press conference included the Head of the Health Service Dr. Bambang Triyono Putro, Chair of the Task Force for the Acceleration of Handling Covid-19, and a number of OPD heads within the District Government of Kediri.
Haryanti explained, the peak of the anniversary of Kediri Regency had to be canceled because the participants were quite large and usually sucked in the masses from various regions who were watching. “We prioritize the safety of citizens. The peak event of the Anniversary of the District of Kediri with a thousand dancers, we cancel, “said Haryanti.
Haryanti also ensured that all medical personnel in Kediri District and existing health facilities were ready to handle if there were Covid-19 patients. “For the cost of handling this outbreak, the local government will bail out from the unexpected funds of the District Budget of Kediri,” he said.
As a form of anticipation to avoid contracting Corona, the regent urged the community to implement healthy living and maintain cleanliness. Among them are getting used to washing hands with soap and avoiding physical contact with others. (mam / adv)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *