Ambruknya Rest Area ‘Hanya’ Akibat Angin, Diragukan

 

KONTRAS : Bangunan utama rest area di kawasan wisata Dolo yang ambruk karena diduga dipicu angin kencang dan bangunan gazebo di sampingnya yang kondisinya tetap utuh

KEDIRI – Ambruknya bangunan utama rest Area di kawasan Wisata Air Terjun Dolo, Mojo,  hingga luluh lantak yang sementara diduga ‘hanya’ akibat angin kencang, Senin, (9/3/2020) tampaknya layak diragukan.  Kondisi di lokasi tidak ada tanda-tanda angin kencang yang umumnya muncul. Pertama, tidak ada pohon ambruk atau ranting-ranting  pohon yang patah di sekitar lokasi yang biasanya terjadi saat puting beliung. Kedua, genteng-genteng pada gazebo di sekitar bangunan utama juga tidak ada yang berserakan atau rusak. Ketiga, warung-warung warga yang berjarak sekitar 100 m dari lokasi juga tidak ada tanda-tanda kerusakan. Ada kemungkinan, bangunan senilai Rp 3,5 miliar itu ambruk akibat konstruksi yang kurang kuat.

Dilihat dari bangutanan utama yang ambruk itu, seluruh tiang kayu penyangganya ambruk total, berantakan hingga rata. Kedua, tidak ada tanda-tanda tiangnya kayu diperkuat dengan cor atau tiangnya dimasukkan ke dalam cor-coran bangunan lantai dua, yang cor-corannya memang hanya sekitar 10 cm dengan alas seng. Ketiga, kayu-kayu yang digunakan pada bangunan itu, dalam pengamatan warga yang datang untuk melihat lokasi, adalah tergolong kayu jati putih.

Menurut Windoko, Komandan URC PB BPBD Kabupaten Kediri, berdasarkan assesmen lokasi yang ditemani warga setempat dan berdasarkan informasi aparat desa, malam itu di daerah tersebut ada angin kencang. “Yang rusak panjang sekitar 30 meter dan lebar sekitar 10 meter,”ujarnya .

Saat ditanya kemungkinan bangunan yang kurang kokoh, sehingga diterjang angin kencang langsung roboh, Windoko menolak menjawab. Karena masalah itu bukan bidang tugas pokok dan fungsinya. “BPBD mengkaji atau melakukan assessemnet sesuai tupoksinya, dilihat dAri sudut bencananya,”tandas Windoko.

Sementara itu, Arief Juwana, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Kediri, hingga berita ini ditulis sekitar pukul 16.00, saat dikonfirmasi melalui saluran whatsap belum menjawab. (mam)

Collapsing Rest Area ‘Only’ Due to Wind, Doubtful

KEDIRI – The collapse of the main building rest area in the Tourism Area of ​​the Dolo Waterfall, Mojo, until completely destroyed while allegedly ‘only’ due to strong winds, Monday (03/09/2020) seems worth doubt. Conditions at the location there are no signs of strong winds that generally appear. First, there are no collapsed trees or broken branches in the vicinity of the location which usually occurs during a tornado. Second, the tiles on the gazebo around the main building are also not scattered or damaged. Third, the residents’ stalls which are about 100 m from the location also have no signs of damage. There is a possibility that the building, valued at Rp 3.5 billion, collapsed due to lack of construction.
Seen from the collapsed main forest, all of the supporting wooden poles collapsed completely, falling apart. Secondly, there is no sign that the wooden poles are reinforced with castings or the poles are inserted into the castings of the second floor of the building, the castings are indeed only about 10 cm with a zinc base. Third, the wood used in the building was observed by residents who came to see the location as white teak wood.
According to Windoko, the Commander of the URC PB BPBD of Kediri Regency, based on the location assessment accompanied by local residents and based on information from village officials, that night there was strong winds in the area. “The damage is around 30 meters long and around 10 meters wide,” Windoko said.
Meanwhile, Arief Juwana, Head of the Department of Housing and Settlements (Perkim) of Kediri Regency, until this news was written around 16:00, when confirmed through whatsap channel has not yet responded. (mam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *