Kasus Bullying, Mental Anak Harus Dikembalikan

 

VIVI ROSDIANA, Psikolog : KEMBALIKAN MENTAL ANAK : Tidak ada jeleknya ‘orang tua’ minta maaf

KEDIRI – Kasus dugaan bullying yang menimpa D, siswi SMPN 1 Kediri, hingga menyebabkan si anak depresi, harus segera ditangani agar perubahan mental anak segera bisa dikembalikan seperti semula. Untuk mengembalikan mental anak ini, dukungan keluarga terutama orang tua dan orang-orang terdekat sangat penting.  Baik orang tua di rumah pertama atau keluarga maupun di rumah kedua atau sekolah. “Peran orang tua sangat penting untuk mengembalikan mental anak,”ujar Vivi Rosdiana, S,Psi. Psikolog, saat ditemui di rumahnya (10/3/2020).

Seperti diberitakan sebelumnya, SMPN 1 Kota Kediri disomasi oleh penasehat hukum wali siswa karena dugaan bullying terhadap salah satu siswinya, D, yang mengakibatkan korban mengalami depresi dan terjadi perubahan sikap hingga prestasi menurun.

Menurut Vivi, melihat kronologis munculnya dugaan bullying , tampaknya sangat penting untuk mengumpulkan lagi para siswa lagi dan minta maaf di forum.  Karena minta maaf itu tidak selalu dari yang yunior ke senior, tetapi sering diperlukan minta maaf dari senior ke yunior.  “Tidak ada salahnya orang tua minta maaf ke anak. Justru itu sangat bagus, sekaligus untuk pendidikan bagi semuanya. Tidak ada jeleknya. Dibutuhkan ke-legowo-an orang tua dalam pendidikan anak. Itu langkah bijak,”tandasnya.

Vivi menjelaskan, dalam pergaulan di rumah pertama atau keluarga maupun  di rumah kedua atau sekolah, tidak selalu berjalan mulus. Selalu ada hal-hal  yang menjadi ‘kerikil’ dalam perjalanannya. Terkadang hal kecil bisa menjadi masalah besar. “Diperlukan kerjasama seluruh anggota ‘keluarga’ untuk mengatasi berbagai problem. “Dalam sebuah keluarga, orang tua tidak selalu benar. Orang tua harus lebih bijaksana. Selalu ada ranah tersinggung, salah ucap, dan sebagainya,”tambah Vivi.

Jika anak masih mau sekolah, lanjut Vivi, itu merupakan modal penting karena anak masih merasa sekolah sebagai rumah keduanya.  Memang tingkat sensitivitas masing-masing anak selalu berbeda beda. Soal berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengembalikan mental anak, tergantung pada kondisi psikis setiap anak. Sehingga diperlukan peran orang tua di rumah maupun di sekolah untuk menciptakan suasana yang nyaman bagi anak. (mam)

Bullying Case, Child Mental Must Be Returned

KEDIRI – The alleged case of bullying that befell D, a student of SMPN 1 Kediri, which causes the child to be depressed, must be dealt with immediately so that the child’s mental changes can be restored as before. To restore the mentality of this child, family support, especially parents and the closest people is very important. Both parents in the first home or family or in the second home or school. “The role of parents is very important to restore the child’s mentality,” said Vivi Rosdiana, S, Psi. Psychologist, when met at his home (10/3/2020).
As reported previously, SMPN 1 Kediri City was sued by a student guardian’s legal advisor because of the alleged bullying of one of her students, D, which resulted in the victim being depressed and a change in attitude so that her performance dropped.
According to Vivi, looking at the chronology of the alleged emergence of bullying, it seems very important to gather more students again and apologize in the forum. Because apologizing is not always from junior to senior, but it is often necessary to apologize from senior to junior. “Nothing wrong with parents apologizing to children. Instead it is very good, as well as for education for all. Nothing bad. Legality of parents is needed in children’s education. That’s a wise step, “he said.
Vivi explained, in relationships in the first home or family or in the second home or school, it does not always run smoothly. There are always things that become ‘gravel’ on the journey. Sometimes a small thing can be a big problem. “Collaboration of all ‘family’ members is needed to overcome various problems. “In a family, parents are not always right. Parents must be wiser. There is always the realm of being offended, saying wrong, and so on, “Vivi added.
If the child still wants to go to school, Vivi continued, it is an important capital because the child still feels that school is his second home. Indeed the level of sensitivity of each child is always different. The question of how long it takes to restore a child’s mental state depends on the psychological condition of each child. So it takes the role of parents at home and at school to create a comfortable atmosphere for children. (mam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *