Mitos Presiden Tidak Boleh ke Kediri, Ada Penangkalnya

KEDIRI – Mitos bahwa Presiden Indonesia tidak boleh ke Kediri, jika Kediri dia akan lengser, kini ada penangkalnya. Yaitu ziarah dan berdoa di makam Syech Sulaiman Syamsudin Wasil atau Mbah Wasil di kompleks Setonogedong Kota Kediri.
“Jadi berdoa di sana, mendoakan Mbah Wasil dan berdoa kepada Allah untuk keselamatan,”ujar KH Kafabihi Makhrus, Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo, usai peresmian Rusunawa di kompleks Ponpes Lirboyo Sabtu (15/2/2020) oleh Mentri Perhubungan PUPR, Mochamad Basoeki Hadimoeljono.
Hadir dalam acara peresmian itu, antara lain Mensekretaris Kabinet Pramono Anung, Mentri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Sosial Juliari P. Batubara, KH Anwar Iskandar, KH An’Im Falahuddin, Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil S. Dardak dan sebagainya.
Kyai Kafa mengibaratkan, segala sesuatu selalu berdampingan. Kalau ada penyakit pasti ada obatnya. Saat makan durian saja, juga ada penangkalnya. Begitu juga soal Mitos bahwa Presiden tidak boleh ke Kediri, itu sekarang apa penangkalnya. “Kira-kira seperti itulah perumpaannya. Jadi tidak perlu khawatir Presiden ke Kediri, karena ada penangkalnya,”tandas Kyai Kafa. (mam)

 

The Myth of the President Should Not Go to Kediri, There Is an Antidote

KEDIRI – The myth that the Indonesian President must not go to Kediri, if Kediri he will step down, now there is an antidote. Namely pilgrimage and prayer at the tomb of Syech Sulaiman Syamsudin Wasil or Mbah Wasil at the Setonogedong complex in Kediri City.
“So pray there, pray for Mbah Wasil and pray to God for safety,” said KH Kafabihi Makhrus, Caretaker of the Lirboyo Islamic Boarding School, after the inauguration of the Rusunawa in the Lirboyo Ponpes complex on Saturday (2/15/2020) by the Minister of Transportation PUPR, Mochamad Basoeki Hadimoeljono .
Present at the inauguration ceremony included Cabinet Secretary Pramono Anung, Transportation Minister Budi Karya Sumadi, Social Minister Juliari P. Batubara, KH Anwar Iskandar, KH An’Im Falahuddin, Kediri Mayor Abdullah Abu Bakar, Deputy Governor of East Java Emil S. Dardak etc.
Kyai Kafa likens, everything is always side by side. If there is an illness there must be a cure. When eating durian, there is also an antidote. Likewise with the myth that the President cannot go to Kediri, what is the antidote now. “Something like that is the metaphor. So there is no need to worry about the President going to Kediri, because there is an antidote, “said Kyai Kafa. (mam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *