Kandidat Bupati Giliran Gerudukan ke Golkar

 

PENJARINGAN CABUP l Para kandidat calon Bupati Kediri saat penyerahan berkas pendaftaran di Rapat Pleno Penjaringan Golkar

 

KEDIRI – Partai Golkar seakan menjadi harapan terakhir bagi para kandidat calon Bupati / Wakil Bupati Kediri, yang peluang lolosnya di partai lain mengecil. Begitu Partai Golkar membuka pendaftaran, mereka grudukan mendaftar. Total ada 8 kandidat yang mendaftar, yaitu Mujahid-Eko, Ridwan, Insaf Budi Insani alias Gaguk, Dini H. Setyoningsih, Yekti Murih Wiyati, dr. Sukma, Zaini Fuad, dan Masykuri. Dari 8 kandidat itu, ada dua nama yang tergolong baru dalam bursa kandidat Bupati Kediri, yaitu Dini H. Setyoningsih dan Fuad Zaini.
Delapan pendaftar itu, kemarin resmi diumumkan saat rapat pleno penjaringan calon Bupati / Wakil Bupati Kediri pada rapat pleno diperluas di kantor DPD Partai Golkar Kabupaten Kediri yang dihadiri para pendaftar, ketua DPD II Kabupaten Kediri, Sigit Sosiawan dan Wakil Sekretaris DPD Jawa Timur, Milelia Usman.

Milelia Usman, Wakil Sekretaris DPD Partai Golkar Jawa Timur

Ketua DPD Golkar Kabupaten Kediri, Sigit Sosiawan menjelaskan bahwa untuk mendaftar Cabup / Cawabup Kediri pihaknya tidak memungut biaya sepeserpun. “Kalau di luar muncul isu-isu calon harus menyediakan mobil operasional, itu tidak ada. Kalau selama ini kita sebagai penggembira, sekarang kita harus pengusung,” jelas Sigit.
Sigit mengakui pihaknya tidak bisa mengusung Cabup / Cawabup sendirian, karena kursi Golkar di DPRD Kabupaten Kediri hanya 6 kursi, masih butuh 4 kursi lagi. Sehingga diperlukan koalisi dengan partai lain. “Kita sudah komunikasi dengan partai lain, antara lain Partai Demokrat,”tambahnya.
Sementara itu, Milelia Usman menjelaskan, Partai Golkar ingin bermain fairplay dalam penjaringan Calon Bupati / Wakil Bupati Kediri. Siapa pilihan kandidat yang akan diusung nantinya berdasarkan hasil survey internal. “Kita ada sepuluh lembaga survey yang direkomendasikan untuk digunakan para calon guna melakukan survey elektabilitas kandidat. Silahkan pilih lembaga mana yang disukai kandidat. Kita tidak menunjuk satu lembaga survey biar hasilnya fair,”jelasnya. (mam)

Candidate for Regent of Turning Position to Golkar

KEDIRI – The Golkar Party seems to be the last hope for candidates for the Regent / Deputy Regent of Kediri, whose chances of passing in other parties are diminished. Once the Golkar Party opens the registration, they register. A total of 8 candidates registered, namely Mujahid-Eko, Ridwan, Insaf Budi Insani alias Gaguk, Dini H. Setyoningsih, Yekti Murih Wiyati, dr. Sukma, Zaini Fuad, and Masykuri. Of the 8 candidates, there are two names that are classified as new in the Kediri Regent candidate exchanges, namely Dini H. Setyoningsih and Fuad Zaini.
The eight registrants were officially announced yesterday at the plenary meeting of candidates for the Regent / Deputy Regent of Kediri at the expanded plenary meeting at the Kediri Golkar Party DPD office attended by the registrants, Kediri Regency DPD II chairman, Sigit Sosiawan and Deputy Secretary of the DPD East Java, Milelia Usman .
The Chairman of the Golkar Regional Representative Council of the Regency of Kediri, Sigit Sosiawan explained that to register for a Cabup / Cawabup Kediri, his party did not charge a penny. “If outside issues arise the candidates must provide operational cars, it does not exist. If all this time we are cheerleaders, now we must be bearers, “Sigit explained.
Sigit admitted that his party could not carry Cabup / Cawabup alone, because the Golkar seat in the Kediri Regency DPRD was only 6 seats, still needed 4 more seats. So that a coalition with other parties is needed. “We have communication with other parties, including the Democratic Party,” he added.
Meanwhile, Milelia Usman explained, the Golkar Party wanted to play fairplay in the selection of Candidates for Regent / Deputy Regent of Kediri. Who is the choice of candidates to be carried later based on the results of an internal survey. “We have ten survey institutions that are recommended for use by candidates to conduct a candidate electability survey. Please choose which institution the candidate likes. We do not appoint a survey institution so the results are fair, “he explained. (mam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *