Hibah 2019, Ketua RT Tak Pernah Menerima // Grant 2019, Chairman of the RT Never Received

BACA JUGA : DATA LENGKAP ANGGARAN HIBAH UNTUK KETUA RT SE-KOTA KEDIRI 2019

DATA HIBAH KE KETUA RT 2019 : Meski sudah akhir tahun, para ketua RT mengaku merasa tidak pernah menerima hibah jutaan rupiah dari APBD 2019, baik berupa uang atau barang

KEDIRI – Teka-teki tentang hibah ke seluruh ketua RT di Kota Kediri, bukan dana Prodamas, hingga kini belum jelas. Bukan hanya yang anggaran 2020, tapi hibah ke seluruh ketua RT juga muncul di 2019. Tetapi para ketua RT yang ditemui kediripost.co.id mengaku sama sekali tidak pernah mengetahui soal hibah itu dan tidak pernah menerima, baik berupa barang maupun uang. “Gak pernah ada. Tidak pernah menerima,”ujar Mad, salah satu ketua RT di Kelurahan Tamanan.
Mad, justru merasa bingung ketika ditunjukkan data APBD perubahan 2019 yang mencantumkan para hibah untuk para ketua RT. “Seharusnya kalau 2019 kan sudah cair, wong ini sudah akhir tahun,”tandasnya.
Dia juga mengaku bingung tentang besaran hibah ke para ketua RT itu, karena nilainya berbeda-beda, ada yang sangat kecil, Rp 250.000 yaitu ketua RT 23/RW V Kelurahan Campurejo. Ada yang Rp 500.000 yaitu ketua RT 42/RW XI Kelurahan Mojoroto. Sedangkan yang nilai yang besar misalnya ketua RT 02/RW V Kelurahan Lirboyo Rp 26.000.000, ketua RT 04/RW II Kelurahan Tamanan Rp 28.405.000. “Lha iya… nilainya kok ya beda-beda. Kira-kira alasannya apa?,”kata Mad, dengan nada tanya.
Dodo, salah satu pengurus RT di Kelurahan Ketami, juga mengaku heran dengan data para ketua RT menerima hibah itu. Ketika ada info itu, dia segera menanyakatidak ke ketua RT-nya yang lama dan yang baru. Tapi sama-sama mengaku bingung, tidak tahu, dan tidak pernah menerima hibah sebagai ketua RT. “Gak ada yang tahu mas. Kalau nilainya berbeda-beda begitu, rasanya kalau itu insentif bulanan ketua RT kok ya gak mungkin. Sama-sama ketua RT masak nilai beda? kalau program bersama di RW, yo tidak ada itu,”kata Dodo.
Sementara itu, Kabag Humas Pemkot Apip Permana mengaku masih akan mencarikan informasi terkait masalah itu. “Nanti saja ketemu langsung sama Pak Bagus (Ketua BPPKAD,red). Nanti saya fasilitasi, insya Allah minggu depan,”katanya. (mam)

 

Grant 2019, Chairman of the RT Never Received

KEDIRI – The puzzle about grants to all RT heads in the City of Kediri, not the Prodamas fund, is still unclear. Not only the 2020 budget, but grants to all RT heads also appeared in 2019. But the RT heads who met with kediripost.co.id claimed that they never knew about the grant and never received it, either in the form of goods or money. “There never was. Never accept, “said Mad, one of the RT heads in Tamanan Village.
Mad, in fact, felt confused when the 2019 APBD data showed changes that included grants for RT heads. “If 2019 should have been disbursed, this person will be the end of the year,” he said.
He also claimed to be confused about the amount of the grant to the heads of the RT, because the value was different, there was a very small amount, Rp 250,000, namely the head of RT 23 / RW V of Campurejo Village. There is Rp. 500,000, namely the head of RT 42 / RW XI, Mojoroto Urban Village. While those with a large value, for example, the head of RT 02 / RW V of Lirboyo village is Rp. 26,000,000, the head of RT 04 / RW II, Tamanan Village is Rp. 28,405,000. “Yes … the value is different. What could be the reason? “Mad said, questioningly.
Dodo, one of the RT administrators in Ketami, also admitted that he was surprised by the data of the RT heads receiving the grant. When there is information, he immediately asked not to the head of the old RT and the new one. But both claimed to be confused, did not know, and had never received a grant as the head of the RT. “Nobody knows, sir. If the values ​​are different, it feels like it’s a monthly incentive for RT chiefs. Are the heads of the RTs cooking different? if there is a joint program on RW, you don’t have it, “Dodo said.
Meanwhile, the Head of Public Relations of Apip Permana City Government admitted that they would still find information related to the problem. “Later, you will meet directly with Pak Bagus (Chairman of BPPKAD, red). I will facilitate it, God willing, next week, “he said. (mam)
Kirim masukan
Histori
Disimpan
Komunitas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *