Horti Expo, Kenalkan Potensi Usaha Horti

Bupati Kediri Hj.Haryanti Sutrisno saat mengunjungi expo Holtikultura

KEDIRI – Potensi usaha bidang hortikultura di Kabupaten Kediri yang cukup besar, terus didorong oleh Pemkab Kediri untuk dikembangkan. Sehingga masyarakat bisa lebih memahami dan mau mengembangkan usaha bidang horti. Salah satunya, dengan cara menggelar Horti Expo di kawasan Simpang Lima Gumul (SLG) yang dilaksanakan oleh Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Kediri, Sabtu (14/12/19).

Bupati Kediri Hj. Haryanti Sutrisno yang ikut menghadiri acara itu, tampaknya merasa senang dengan kreativitas dan inovasi pada Horti Expo itu untuk mengembangkan potensi ekonomi Kabupaten Kediri. Bupati Haryanti juga sempat melakukan diskusi dengan beberapa peserta dan panitia expo. Salah satunya diskusi dengan indri, anggota PAI (Perhimpunan Anggrek Indonesia) cabang Kediri.

“Kegiatan ini sangat bagus, kalau bisa waktunya diperpanjang agar masyarakat mempunyai banyak kesempatan untuk berkunjung. Selain itu, tujuan untuk mempromosikan produk-produk anggrek juga bisa lebih mengena, baik kepada masyarakat yang jauh maupun sekitar Kediri,” jawab Indri, saat berdiskusi dengan Bupati Kediri Hj. Haryanti di sela-sela expo.

Kepada Bupati Kediri, Indri juga berharap ke depannya disediakan tempat untuk berjualan produk anggrek di Car Free Day SLG setiap Minggu pagi. Sehingga pengenalan produk anggrek bisa lebih meluas dan masyarakat semakin memahami potensi usaha anggrek.

Sementara itu, Plt. Kepala Dispertabun, Anang Widodo, saat pembukaan Horti Expo mengatakan Horti Expo ini sebagai wahana silaturahmi, sharing dan promosi komunitas horti di Kabupaten Kediri, baik produk buah, sayur maupun bunga.

“Horti Expo ini merupakan kali kedua pelaksanaan, setelah sukses digelar pada April 2019 lalu. Ini sekaligus untuk meningkatkan kualitas Horti yang lebih baik,”katanya.

Pada Minggunya, 15 Desember 2019 juga digelar pelatihan kultur jaringan, aklimatisasi anggrek serta penyerahan hadiah kontes anggrek. Selain itu, hasil penjualan selama expo berlangsung, mulai tananaman hias hingga buah-buahan dihitung sebagai bahan evaluasi agar Expo tahun selanjutnya bisa berlangsung lebih baik lagi.

Menurut pantauan di lapangan, malam minggu di sekitar kawasan Simpang Lima Gumul diguyur hujan. Namun hal itu tak menyurutkan para pecinta anggrek untuk memburu anggrek yang diminati. (adv/bad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *