Pemkab Kediri Deklarasikan,Gerakan Tidak Buang Air Besar Sembarangan

Plt Kepala Dinkes Kabupaten Kediri ,Bambang Triono Putro,saat memberikan piagam kepada desa yang sudah bebas buang air besar sembarangan

KEDIRI – Kebiasaan sebagian masyarakat yang melakukan buang air besar sembarangan, harus segera dihentikan agar potensi pencemaran lingkungan dan sumber penyakit bisa diminimalisir atau dihilangkan. Untuk mewujudkan itu, dibutuhkan langkah aparat pemerintah yang terus mengingatkan masyarakat dan membangun kesadaran masyarakat itu sendiri.

Untuk mewujudkan itu, Pemerintah Kabupaten Kediri menggelar Deklarasi Open Defecation Free (ODF) di balai Desa Bulupasar Kecamatan Pagu, Kamis (12/12/19).

ODF merupakan kondisi ketika setiap individu dalam komunitas tidak buang air sembarangan, sehingga tidak menimbulkan pencemaran maupun penyakit pada masyarakat.

Deklarasi ODF dihadiri Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan, kader Puksesmas dan perwakilan Bank Jatim. Acara diawali dengan penampilan yel-yel bertema kesehatan dari beberapa kader Puskesmas di Kabupaten Kediri.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, dr. Bambang Triono Putro mengatakan, Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) merupakan kebijakan yang bertujuan untuk memberikan arahan mengenai sanitasi, sekaligus mempercepat pencapaian Sustainable Developments Goals.

“Kegiatan ini tidak hanya melibatkan kader kesehatan, masyarakat juga harus berperan serta mendukung terwujudnya Kabupaten Kediri ODF sesuai target di tahun 2020 nanti,” kata dr. Bambang.

Saat ini sudah ada 117 desa dan 3 kecamatan yang meraih predikat ODF. Berkat keberhasilan itu, mereka diberi penghargaan. Daerah yang sudah ODF adalah Desa Jagung Kec. Pagu, Desa Mondo Kec. Mojo, Desa Tertek Kec. Pare dan SMPN 1 Pagu.

Selain penghargaan ODF, Pemkab Kediri juga mendapat bantuan 158 unit jamban dari Bank Jatim Kediri. Bantuan tersebut diterima langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan dan diberikan kepada beberapa wilayah di Kabupaten Kediri, sehingga ke depan masyarakat akan lebih tertib buang air besar di tempat yang telah disediakan.
Di akhir kegiatan, dr. Bambang bersama tamu undangan mengunjungi stand pameran yang mengusung tema pilar – pilar STBM. Di antaranya cuci tangan pakai sabun yang benar, pengelolaan air minum atau makanan rumah tangga, pengelolaan sampah rumah tangga, serta pengelolaan limbah cair rumah tangga. (adv/bad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *