Wisata Legenda Memandikan Sapi Menjadi Birahi//Legend Tours Bathing Cows into Lust

WISATA

WISATA BARU : Warga gotong royong di kawasan Sumber Banteng di Pesantren//NEW TOUR: Residents work together in the Sumber Banteng area in Pesantren distric

KEDIRI – Kota Kediri segera memiliki destinasi wisata baru. Sumber Banteng di Kelurahan Tempurejo, Kecamatan Pesantren, akan diubah menjadi kawasan wisata keluarga edukatif. Untuk mempersiapkan itu, kemarin (17/11) sejumlah warga melakukan kerjabakti membersihkan wallet atau lumpur yang banyak mengendap di sana. Sehingga kondisi lingkungan Sumber Banteng menjadi bersih dan layak untuk wisata keluarga.  Kegiatan bersih-bersih walet itu dilaksanakan bertepatan dengan Puncak Peringatan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) XVI dan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke 47. Pada saat yang sama, mereka juga menanam tiga bibit pohon Pule.

Sumber mata air yang sebelumnya terbengkalai, sekarang telah menjadi destinasi wisata alternatif. Bibit ikan dari beberapa jenis telah ditaburkan. Sumber ini juga memberi fasilitas pengunjung untuk naik sampan. Lahan di sekitar sumber pun dibenahi menjadi taman. Sebagian warga pun melakukan aktifitas ekonomi di area sumber. Sejumlah warga membuka kios di situ. Mereka berjualan jajanan, makanan, serta minuman ringan.

Dua tahun lalu, sebelum kawasan sumber air dibenahi. Sumber mata air ini menjadi tempat untuk mencuci truk dan memandikan ternak sapi. Sudah berpuluh tahun petani memandikan sapi di sumber air ini. Seringkali kejadian kalau sapi jantan dimandikan di Sumber Banteng akan mberik-mberik (birahi).

“Dari cerita orang orang tua, dahulu kalau sapi jantan dimandikan di sumber ini akan birahi serta berperilaku seperti seekor banteng. Akhirnya, oleh masyarakat sumber ini dikenal dengan nama Sumber Banteng”, kata Kepala Kelurahan Tempurejo, Suminarto.

Menurut Suminarto, pembenahan kawasan Sumber Banteng menjadi destinasi wisata sebagai langkah mewujudkan salah satu misi pemerintah Kota Kediri, yaitu satu kelurahan satu Ruang Terbuka Hijau ( RTH ). Luas area sekitar satu hektar. “Pembangunan destinasi Sumber Banteng murni dari swadaya masyarakat, hasil jasa parkir, sewa perahu dan pakan ikan”, kata Suminarto.(bad)

Legend Tours Bathing Cows into Lust

KEDIRI – Kediri City soon has a new tourist destination. Sumber Banteng in Tempurejo Village, Pesantren District, will be converted into an educational family tourism area. To prepare for that, yesterday (11/17) a number of residents conducted a service to clean up the wallet or mud that had settled there. So that the environmental conditions of Sumber Banteng become clean and suitable for family tourism. The swallow clean-up activity was carried out to coincide with the Peak of Commemoration of the XVI Community Service Month (BBGRM) and PKK Movement 47th (HKG). At the same time, they also planted three Pule tree seedlings.
Sources of water that was previously abandoned, has now become an alternative tourist destination. Fish seedlings of several types have been sown. This source also gives visitors the facility to take a boat. The land around the source was improved to become a park. Some residents also conduct economic activities in the source area. Some residents open a kiosk there. They sell snacks, food, and soft drinks.
Two years ago, before the water source area was fixed. This spring is a place for washing trucks and bathing cattle. For decades farmers have been bathing cows in this water source. It is often the case that bulls bathed in Sumber Banteng will give off (lust).
“From the parents’ story, first if a bull was bathed at this source it would lust and behave like a bull. Finally, the source community would be known as Sumber Banteng”, said the Head of Tempurejo Village, Suminarto.
According to Suminarto, the revamping of the Sumber Banteng area has become a tourist destination as a step towards realizing one of the missions of the Kediri City government, which is a village of a Green Open Space (RTH). The area is about one hectare. “The development of Sumber Banteng destinations is purely from non-governmental organizations, the results of parking services, boat rental and fish feed,” said Suminarto. (Bad

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *