Kembalikan Ansor ke Pesantren // Return Ansor to Pesantren

Himbauan Kyai Jelang Konfercab Ansor

KEDIRI – Menjelang pelaksanaan Konferensi Cabang (Konfercab) Ansor Kabupaten Kediri, sejumlah kyai mulai buka suara untuk mengingatkan para kader Ansor. Mereka berharap agar Ansor dikembalikan ke kader pesantren, agar tidak terbawa arus dan mampu menghadapi tantangan bangsa ke depan.

JAGA NKRI : Gus Khafid mengharapkan agar Ansor dikembalikan ke pesantren

Seperti disampaikan KH Khafid Ghozali, dari Ponpes Ar-Riyadi, Ringinagung, Kepung “Sebaiknya Ansor kembali ke pesantren, karena melihat banyaknya tantangan dan aliran yang berbeda Aqidah, sudah masuk ke Indonesia,”ujarnya, saat ditemui kediripost.co.id di rumahnya.

Menurut Kyai Khafid, dalam sejarah bahwa NU menjadi barisan terdepan dalam memperjuangkan NKRI. Perjuangan NU untuk memperjuangkan NKRI ini tidak bisa dilepaskan dengan pesantren. “Sejarah sudah membuktikan peran pesantren dalam memperjuangkan NKRI,”tandasnya.

Sementara itu, sejumlah nama kandidat ketua Ansor Kabupaten Kediri sudah bermunculan di kalangan kader. Mereka antara lain Gus Rizmi Alhaitami (Ponpes Kecong), Gus Fikri (Ploso), Khudhori (Ketua PAC Badas), dan Gufron dari Pagu. (zain)

Return Ansor to Pesantren

Appeal of Kyai Ahead of Ansor Conference

KEDIRI – Towards the implementation of the Ansor Kediri Branch Conference (Konfercab), a number of kyai began to open their voices to remind the Ansor cadres. They hope that Ansor will be returned to the pesantren cadres, so that the current will not be carried away and be able to face the nation’s challenges going forward.
As conveyed by KH Khafid Ghozali, from the Ar-Riyadi Islamic Boarding School, Ringinagung, Kepung “Ansor should return to the pesantren, because he sees many different challenges and streams Aqidah, has entered Indonesia,” he said, when met by Kediripost.co.id at his home.
According to Kyai Khafid, in history that NU became the front row in fighting for the Unitary Republic of Indonesia. NU’s struggle to fight for the Unitary Republic of Indonesia cannot be released with the pesantren. “History has proven the role of pesantren in fighting for the Republic of Indonesia,” he said.
Meanwhile, a number of names of candidates for chairman of Ansor Kediri Regency have appeared among the cadres. They included Gus Rizmi Alhaitami (Ponpes Kecong), Gus Fikri (Ploso), Khudhori (Chair of PAC Badas), and Gufron from Pagu. (zain)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *