I tahun, Setonobetek Sudah Retak dan Bocor

 

SUDAH RETAK DAN BOCOR : Bangunan Pasar Baru Setobetek banyak retak di bagian tiang, kios, tangga, Sebagian yang retak agak lebar sudah ditambal dengan cat atau lem warna kekuning-kuningan

KEDIRI – Baru satu tahun diresmikan, bangunan Pasar Baru Setonobetek sudah banyak yang retak dan bocor. Khususnya di bagian dinding dinding kios. Kondisi retak dan bocor itu terjadi hampir di semua kios, bagian luar dan dalam. Mungkinkah pembangunan Pasar Baru Setonobetek menyalahi bestek? Belum bisa dipastikan .“Yaaa namanya bangunan proyek mas, penting cepat selesai,”ujar Riati, salah seorang pedagang kios di lantai dua, yang kiosnya juga retak, sambil menduga-duga pelaksanaan pembangunannya dulu.

Pengamatan Kediripost.co.id di lapangan, retaknya bangunan itu meluas meski belum begitu menganga. Panjangnya bisa mencapai dua atau tiga meter di setiap retakan. Beberapa bagian yang retak sudah pernah juga ditambal sehingga tidak kelihatan retakannya. Namun bekas tambalan itu begitu terlihat jelas.

Sementara itu, pedagang lain, Kasiati, menjelaskan kondisi Pasar Baru Setonobetek bukan hanya retak, tapi kalau hujan juga bocor hingga sering mengganggu dagangan. “Pokok kalau hujan ya siap-siap ember sama kain lap, airnya bocor ke dalam kios,”kata Riati.

Seperti diberitakan sebelumnya, Pasar Baru Setonobetek yang dibangun dengan biaya Rp 45 miliar, hampir sama sekali tidak berguna. Pedagang tidak mau menempati kios dan los karena sepi. Sekitar 85 persen kios dan los, kosong. Justru di pasar bagian belakang, yang tidak ikut dibangun, pedagang dan pembeli jauh lebih ramai meski terkesan kumuh. (mam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *