Prihatin, Polres Kediri Berikan Karangan Buka

Polres Kediri saat menyerahkan karangan bunga kepada IMM dan Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Kediri

Kediri- Sebagai wujud ikut prihatin dan juga berbela sungkawa atas meninggalnya Mahasiswa Kendari saat unjuk rasa, Polres Kediri  telah mendatangi kantor IMM dan Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Kediri, Sabtu siang (28/9).

Saat datang tersebut Polres Kediri memberikan dua karangan bunga, yakni dari Kapolres Kediri AKBP Roni Faisal Saiful Faton dan karangan bunga dari Kapolda Jatim, Irjen Pol Luki Hermawan.” Karangan bunga ini sebagai wujud bela sungkawa dan sekaligus menjaga silaturohim,” ujar Kasat Intelkam AKP Cecep Wahyudi yang mewakili Kapolres Kediri.

Dalam silaturohim tersebut AKP Cecep juga meminta agar IMM dan Pemuda Muhammadiyah menyikapi permasalahan di Kendari dengan bijak, mengingat Kabupaten Kediri dalam keadaan kondusif.” Dan kami berharap komunikasi antara IMM dan Pemuda Muhammadiyah bisa terjalin lebih baik lagi, ” ujarnya lebih lanjut.

Sementara Afan selaku Ketua Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Kediri ,  menerima dengan terbuka dari kunjungan Polres Kediri. Menurutnya memang terdapat seruan aksi dari pengurus Pusat Muhammadiyah untuk turun jalan sebagai bentuk keprihatinan. “ Akan tetapi sampai saat ini Pemuda Muhammadiyah belum memutuskan untuk turun apa tidaknya,” jelasnya.

Agar terjalin hubungan yang harmonis, murutnya,  Pemuda Muhammadiyah akan tetap terus menjalin komunikasi dengan pihak Polres dalam kegiatan apapun. Dan pihaknya berharap di Kabupaten Kediri tidak ada gesekan antara Pemuda Muhammadiyah dengan Polri. “ Dan tolong ketika mahasiswa Muhammadiyah melakukan unjuk rasa bisa diberikan pelayanan  yang maksimal,” pintanya.

Hal senada juga diutarakan oleh Ketua IMM Kabupaten Kediri Rahmad. Menurutnya IMM sebelumnya pada 24 September 2019 sudah melakukan aksi di wilayah Kota Kediri. Akan tetapi dalam aksi tersebut berjalan dengan tertib dan aman. Pihaknya kedepan ketika menggelar aksi akan berkordinasi dengan pihak kepolisian. “ Dan kami juga mengultimatum agar Polri segera melakukan investigasi atas kejadian di Kendari serta menindak oknum yang menyalahi aturan,” katanya.

Usai menyerahkan karangan bunga Polres Kediri bersama pengurus IMM dan Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Kediri menggelar Solat Dhuhur bersama. Dan setelah itu dilanjutkan solat Gaib yang ditujukan kepada almarhum.

Untuk diketahui Imawan Randi (mahasiswa Fak. Perikanan dan Ilmu Kelautan) dan Muhammad Yusuf (Program Vokasi) Universitas Halu Oleo (UHO) Kota Kendari Sulawesi Tenggara, adalah mahasiswa yang tergabung dalam IMM. Keduanya meninggal saat berunjuk rasa di Kendari Sulawesi Tenggara.(bad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *