Cari Bibit Unggul, Pemkot Kediri Gelar Walikota Cup PUBG Mobile

Chevy Ning Suyudi, Kepala Bagian Umum Pemerintah Kota Kediri, saat memberikan pengarahan pada ratusan pemain PUBG Mobile

Kediri- Sebagai sarana mencari bibit unggul dalam e-Sport PUBG Mobile, Pemkot Kediri menggelar turnamen Walikota Cup PUBG Mobile  2019, di Upnormal, Minggu (25/8).

Dalam turnamenn eSport PUBG Mobile diikuti sebanyak 44 Tim dari berbagai Kota.  Mulai dari Malang, Sidoarjo, Surabaya dan beberapa Kota laiinya.” Alhamdulilah peminatnya cukup banyak, yang terdaftar 44 tim. Dan satu timnya terdiri 4 orang,” Ujar Chevy Ning Suyudi selaku Kepala Bagian Umum Pemerintah Kota  Kediri.

Menurutnya kegiatan esport PUBG Mobile cukup positif. Karena bisa menumbuhkan rasa kerja tim, kompetitif, dan juga daya kreatifitas dalam memenangkan permainan. “ Ini memang kali pertama Pemkot Kediri mendukung kegiatan eSport PUBG Mobile. Dan setelah kami pelajari kegiatan tersebut cukup positif,” ujarnya lebih lanjut.

Meskipun begitu Pemerintah Kota Kediri dalam meneyelenggarakan kegiatan tersebut tidak asal-asalan. Yakni dengan cara membatasi untuk peserta minimal berusia sekitar 15 tahun. Karena permainan PUBG kurang bagus bagi anak-anak yang masih kecil.” Turnamen Walikota Cup ini bersifat umum, namun kita batasi untuk usia sekitar 15 tahun dan tercatat sebagai pelajar SMA,” jelasnya.

Kegiatan yang memperebutkan total hadiah Rp 10 juta tersebut, diharapkan untuk tahun berikutnya lebih banyak lagi pesertanya. Dan juga harpanya dari turnamen tersebut tumbuh pemain-pemain eSport PUBG Mobile dari Kota Kediri yang handal.

” Harapanya untuk kedepan turnamen ini bisa berlangsung lebih banyak lagi pesertanya. Termasuk mendapatkan bibit eSport diKota Kediri, nanti kita, ikut sertakan di ajang Turnamen tingkat Provinsi atau pun Nasional,” Imbuhnya.

Sementara itu pelaksanaan Tournamen berlangsung selama satu hari mulai dari fase penyisihan hingga Final.  Setiap tim diwajibkan membayar registrasi biaya pendaftaran Rp 300 ribu

“Tahapanya hari ini kita penyisihan dulu, dari 44 kita bagi dua grup. Grup pertama kita ambil 10 tim, Grup kedua juga kita ambil 10 tim juga. Jadi di Final akan berlaga 10 tim. Kita pergunakan sistem poin. Poin tertinggi bisa masuk Final, satu game waktunya kurang lebih 30 menit,” papar Nova Rian Siska Kordinator acara.(bad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *