Kenalkan Wisata, Pemkab Kediri Gelar Lomba Burung

900 peserta saat mengikuti lomba burung berkicau yang dugelar oleh Pemkab Kediri

Kediri-Sekitar 900 orang pecinta burung berkicau mengikuti kejuaraan nasional Lomba Burung Piala Sri Aji Joyoboyo, Minggu (11/8). Acara yang bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha 1440 H ini bertempat di Lapangan Desa Tawang Kecamatan Wates Kab. Kediri.

Antusias peserta sangat luar biasa, tidak hanya dari sekitar Kediri saja bahkan dari luar kota pun turut memeriahkan acara tersebut. Sejak pagi para peserta sudah datang untuk menyiapkan gaco mereka agar tampil dengan maksimal di gantangan.

Uniknya, pada perlombaan piala Sri Aji Joyoboyo ini tiap kelas yang diperlombakan memakai nama tempat-tempat wisata yang ada di Kabupaten Kediri. Ada kelas bergengsi yang diperlombakan, yaitu Kelud, Ubalan, SAJ (Sri Aji Joyoboyo), dan Simpang Lima Gumul.

Burung yang diperlombakan pun khusus burung yang berasal dari penangkaran. Ini dibuktikan dengan gelang kaki (ring) pada burung yang menunjukan dari mana burung tersebut berasal. Puluhan jenis burung ikut dalam lomba ini, seperti Branjangan yang menjadi pembuka lomba, Love Bird, Cucak Rowo, Murai Batu, Kacer, Cendet, Kenari, dan lain sebagainya.

“Tujuannya adalah agar masyarakat sadar dan juga ikut serta dalam pelestarian hewan liar khususnya burung,” jelas ketua umum Pelestari Burung Indonesia (PBI) pusat Bagya Rahmadi, SH M. Hum.

Dirinya menambahkan, jika populasi dan ekosistem hewan ini terjaga dengan baik, dapat dipastikan anak cucu kita nanti akan dapat mendengarkan merdu kicauan burung di alam liar. Maka dari situ stop berburu hewan liar apapun alasannya.

Lomba Burung Piala Sri Aji Joyoboyo dibuka secara simbolis oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri, Ir. Adi Suwignyo, M.Si dengan melepaskan burung ke alam liar.

Dalam sambutannya, Kadinas Parbud menjelaskan bahwa kegiatan ini sangat positif untuk memperkenalkan potensi wisata Kabupaten Kediri kepada masyarakat luas. Dengan setiap kelas diberi nama tempat wisata Kabupaten Kediri, tempat tersebut pasti akan lebih terkenal dan banyak wisatawan yang berkunjung.

Komunitas pecinta burung berkicau dari luar Kediri juga sangat banyak, harapannya mereka ikut memperkenalkan wisata yang ada kepada orang-orang di daerahnnya.

“Kami sangat mendukung adanya kegiatan ini. Semoga tahun-tahun berikutnya dapat dikemas dengan lebih baik lagi dan diadakan secara bergantian di tempat-tempat wisata andalan Kabupaten Kediri,” pungkas Adi Suwignyo. (Kom/bd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *