BURSA BUPATI KEDIRI (3-habis)

Gudang Garam Bertaruh?

 

Oleh : Imam Subawi

 

Fenomene gerakan Slamet Budiono alias Genjik yang ditengarai mengarah ke politik, persiapan maju ke Pilkada Kabupaten Kediri 2020, akan menjadi fenomena menarik untuk diamati secara lebih detail. Mengingat, sejauh ini PT Gudang Garam Tbk (GG) dikenal sebagai perusahaan netral, apolitik, dan murni bisnis. Perilaku sosial GG adalah dalam rangka ‘pengamanan’ jejaring perusahaan.

Sehingga gerakan Slamet Budiono yang sebagian ‘dibungkus’ melalui gerakan sosial GG maupun gerakan personal, Sejumlah pertanyaan menyeruak ke ke permukaan, apakah GG merasa benar-benar perlu merebut kekuasaan, khususnya Bupati Kediri? Apakah semua itu berkaitan dengan isu pembangunan bandara ? apakah jabatan Bupati Kediri menjadi penentu keberhasilan bandara? Sehingga jabatan Bupati Kediri harus diduduki ‘orang’ GG? Atau ada sesuatu yang lain di balik itu semua?

Akan jauh lebih menarik, jika pada ‘pertarungan’ di Pilkada nanti kasus head to head 2015 terulang, tapi antara “orang’ GG dengan keluarga Katang. Jika itu terjadi, maka akan menjadi pertaruhan bagi dua kubu. Jika GG kalah, maka dengan mudah orang berasumsi bahwa ternyata GG bisa dikalahkan, hee….he….  Jika keluarga Katang kalah, itu adalah momen runtuhnya kekokohan kekuasaan Sutrisno. Atau yang terjadi malah sebaliknya, GG dan keluarga Katang akan bersinergi untuk membawa kepentingan masing-masing dan/atau kepentingan bersama. Apapun masih bisa terjadi dalam politik.

‘Pertaruhan’ GG inilah yang kemungkinan justru seakan meng’kerdil’kan posisi GG sebagai perusahaan terbesar di Kediri, perusahaan berkelas internasional. Untuk memenangkan Pilkada Kabupaten Kediri, mungkinkah GG akan menggerakkan karyawannya? Sehingga mengubah ‘jiwa’ usaha karyawan ke ‘jiwa’ politik? Masih terlalu sulit bagi saya untuk  bisa memahami logika ini.

Masih belum adanya kepastian tentang bandara, isu ‘negosiasi’ antara GG dengan pemerintah pusat soal pengelolaan dan sejumlah persyaratan pembangunan bandara, terlalu ‘kecilnya’ nilai PPHTB yang sudah masuk ke APBD dibanding nilai pembelian lahan riil ke masyarakat, serta sejumlah isu lain yang belum terkonfirmasi dengan baik dan tuntas, menjadi bagian dari spekulasi yang masih di awang-awang.   Benarkah GG akan bertaruh untuk merebut jabatan Bupati Kediri? Wallahu a’lam. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *