Peringatai Hut Bhayangkara, Polresta Kediri Gelar Panggung Prajurit

Lomba Panjat Pinang yang diikuti anggota TNI, Polisi, Dishub, Satpol PP, hingga perguruan silat yang ada di Kota Kediri

Kediri- Dalam memperingati HUT Bhayangkara ke-73 Polresta Kediri menggelar panggung prajurit, di Tirtiyasa park Kediri, Sabtu (29/7).

Pantauan dilapangan acara tersebut tidak hanya diikuti oleh anggota Polresta Kediri. Akan tetapi Polresta Kediri juga mengundang sejumlah instansi di wilayah Kota Kediri. Mulai dari TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Anggota Pramuka, hingga perguruan silat SH Teratai dan Pagar Nusa.

Dalam kegiatan tersebut di diisi dengan delapan kegiatan.  Diantaranya  panjat pinang, makan krupuk dan lomba lari klompen raksasa. Selain itu juga ada pertunjukan kesenian tarian jaranan yang melibatan anggota Polri sebagai pelaku seni.

Kesenian tari jaranan ini dikemas dalam panggung Prajurit dan Pesta Rakyat. Dari delapan rangkaian kegiatan lomba yang diselenggarakan, yang paling banyak menyedot perhatian para pengunjung adalah lomba panjat pinang. Lomba panjat pinang dinilai sangat menghibur, karena tingkat kesulitanya sangat tinggi. Satu grup yang diisi lima orang peserta harus jatuh bangun saat menggapai hadiah diketinggian sekitar lebih dari enam meter.

Saat proses naik dari bawah ke atas masyarakat dibuat tertawa terpingkal pingkal, begitu  melihat upaya  peserta yang gagal menggapai hadiah akibat terjatuh. Ikut berpartisasi dalam lomba panjat pinang, antara lain Anggota TNI AD, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Anggota Pramuka, Perguruan pencak silat   Persaudaraan Setia Hati Terate dan Pagar Nusa.

Dalam keteranganya Kapolres Kediri Kota AKBP Anthon Haryadi mengatakan, pihaknya sengaja menyelanggakaran kegiatan Panggung Prajurit dan pesta rakyat dalam rangka memperingati hari Ulang tahun Bhayangkara ke 73. ” Tujuanya adalah meningkatkan sinergitas kekompakan antar prajurit dengan masyarakat. Agar lebih kompak dan lebih guyub, sehingga ke depan harapanya dalam pelaksanaan tugas kita bisa bersinergi lagi. ” Ujarnya Sabtu (29/06).

Kapolresta mengaku pihaknya sengaja memilih lomba permainan tradisional, dengan maksud mengingatkan kembali karena sebentar lagi mendekati moment Hari Kemerdekaan 17 Agustust  ” Jadi mendekatkan lagi ke masyarakat, hingga kita mengadakan kegiatan kegiatan pesta rakyat isinya hiburan atau pun permainan rakyat. Semua organisasi bela diri yang ada di Kediri khusunya silat kita undang untuk meramaikan sekaligus mewakili dari unsur masyarakat. ” Tandasnya.(bad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *