Puncak Hari Jadi Kabupaten Kediri, Sajikan 4 Tari Kolosal

Tari Kolosal dalam puncak Hari jadi Kabupaten Kediri

Kediri-Ribuan pelajar di Kabupaten Kediri mengikuti tarian massal di kawasan monumen  simpang lima gumul kediri . Tarian yang mengisahkan tentang perjalanan raden panji putra seorang raja dan lahirnya Kabupaten Kediri ini digelar dalam puncak peringatan hari jadi yang ke – 1215, Senin (25/3)

Tarian massal ini disajikan 1.215 orang penari sesuai dengan usia hari jadi kabupaten kediri. Ada empat tarian yang dipersembahkan kepada penonton yakni , Tarian Topeng Panji Gagahan Alus , Panji Laras , Sarinjungku Dan Sang Bagawanta Bhari .

Tari Topeng Panji Gagahan Alus sendiri menceritakan sosok raden Panji Laras sebagai kesatria alus yang diidolakan oleh banyak orang . Sementara Tarian Panji Laras mengisahkan , kasih sayang raden panji terhadap ayam jago miliknya yang merupakan wahyu dari tuhan dengan perantara burung elang . Ayam tersebut mengantarkannya bertemu dengan ayahnya , sang raja.

Adapun Tarian Sarinjingku menceritakan tentang alat multi guna dari bahan bambu yang diperjuangkan melalui seni dengan tujuan agar masyarakat mencintai produk anti polusi itu untuk anak . Sedangkan tarian terakhir adalah tari Sang Bagawanta Bhari yang menceritakan legenda asal usul sungai harinjing dan lahirnya Kabupaten Kediri .

Dikisahkan bahwa bumi kediri pernah mengalami kekeringan panjang . Kemudian datang seorang Bagawanta Bhari yang mengajak masyarakat untuk berdoa . Sang Bagawan lalu mendapatkan petunjuk untuk membuat sungai dengan sehelai daun . Sungai tersebut akhirnya diberi nama sungai harinjing . Kabar tersebut sampai dterdengar oleh raja Rakai Dyah Tulodong yang akhirnya memberikan hadiah wilayah bumi pardikan kepada masyarakat , yang dituangkan dalam prasasti harinjing .

Pertunjukkan seni tari ini memberikan hiburan tersendiri bagi masyarakat kediri dan sekitarnya . Haryanti Sutrisno , Bupati Kediri mengakui , sekarang ini peringatan hari jadi dengan berbagai kegiatan dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat kediri , hingga ke pelosok desa .” Peringatan hari jadi ini juga bisa jadi hiburan yang bisa dinikmati masyarakat banyak,” ujarnya.(adv/bd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *