Wisata Kuliner Tradisional Desa Mangunrejo Kediri

Warga saat berbelanja jajanan kuno di Desa Mangunrejo Kec. Ngadiluwih, Minggu (17/3)

Kediri-Bagi warga yang ingin merasakan kuliner jajanan tradisonal tidak perlu bingung, Kini di Desa Mangunrejo Kecamatan Ngadiluwih telah tersedia jajanan kuno dan juga harga terjangkau.

Seperti Mingu (17/3) pagi ini ribuan warga Kediri dan sekitarnya menyerbu pusat jajan dan makanan tradisional di Desa Mangunrejo, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri. Ada aneka makanan seperti, cenil, gethuk, samplok, dan nasi jagung yang dijual dengan harga murah.

Pusat Jajanan Tradisional ini menyediakan berbagai makanan jadul berbahan ubi-ubian yang kini cukup sulit untuk ditemukan di era makanan kekinian. Selain murah, jajan ndeso ini rasanya sangat dinikmati masyarakat dan sehat. Selain itu juga harganya sangat murah meriah.

Makanan berbahan ubi-ubian, kacang-kacangan dan parutan kelapa ini, adalah salah satu makanan yang paling dicari pembeli, karena rasanya yang nikmat. Sebab, jajanan tradisional ini cukup sulit ditemukan diera makanan modern.

Pedagang jajanan tradisional inipun juga menyediakan tempat duduk lesehan. Warga bisa menikmati jajanan tradisional sepuasnya dengan harga yang sangat murah meriah.

 

Sri, salah satu pembeli mengatakan, kenikmatan makanan disini ini dapat mengobati rindunya pada makanan khas zaman dulu. Selain dimakan di tempat, ia juga membawa jajanan jadul untuk dimakan saat dirumah.

Kepala Desa Mangunrejo, Sutrisno mengatakan setiap hari Minggu ada sekitar 1.500 hingga 2.000 orang pengunjung dari Kediri dan sekitarnya yang datang di pusat jajanan tradisional desanya.

“Disini kami menyediakan 30 penjual makanan tradisional di dalam pasar. Kami juga bekerja sama dengan Agro Lestari untuk memenuhi bahan makanan bagi pedagang,” ungkap Sutrisno, Kades Mengunrejo.

Di dalam pasar tradisional ini, harga makanan dipatok mulai dari seribu rupiah hingga Rp 5 ribu. Sementara, pasar buka setiap hari minggu, mulai pukul 06.00 WIB hingga 10.00 WIB.

“Para pengunjung bisa memilih aneka makanan tradisional. Sengaja kami membuat terobosan atau inovasi ini agar warga masih menjumpai makanan tradisional,” jelas Sutrisno.(bd/gar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *