Kementrian ESDM Resmikan Sumur Bor Di Kabupaten Kediri

Kementrian ESDM saat meresmikan sumur bor di Desa Puhjajar Kecamatan Papar Kab.Kediri

Kediri- Sebagai wujud kepedulian pemerintah terhadap kekurangan air bersih di Kabupaten Kediri, kementrian ESDM telah meresmikan sumur bor di Wilayah Kabupaten Kediri.

Peresmian tersebut dilakukan di Desa Puhjajar Kecamatan Papar Kabupaten Kediri yang langsung diresmikan oleh Kepala Pusat Survei Geologi Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) Eko Budi Laksono.

Turut hadir dalam acara tersebut , Wakil Bupati Kediri H.Maskuri.M.M,.Plt Bupati Tulungaggung Drs Maryoto Birowo,M.M dan Kepala Seksi Inventarisasi Geologi dan Air Tanah Ir.Ramadi Seno.

Selain mersmikan sumur bor di Kabupaten Kediri, kementan ESDM juga meresmikan sumur bor untuk wilayah Kota Kediri dan Tulungagung dengan total sebanyak 7 sumur bor. Yakni untuk wilayah Kabupaten Kediri sebanyak 4 bor sumur, untuk Kota 1 sumur dan untuk Tulungagung sebanyak 2 bor sumur.

Sumur bor tersebut di Kabupaten Kediri bertempat Desa Puhjajar 1 unit, 1 unit Desa Papar Kecamatan Papar, 1unit Desa Mlati, dan 1 unit Desa Ploso Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri. Dan untuk wilayah Kabupaten Tulungagung terletak di Desa Besuki 1 unit dan Desa Tanggul Welahan Kecamatan Besuki juga satu unit. “ Sementara untuk di Kota ada 1 unit di Kelurahan campurejo,” ujarnya Eko Budi Laksono

Pria yang akrab disapa dengan Eko menjelaskan dibangunnya sumur bor tersebut bertujuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat supaya bisa menikmati air bersih.

Eko juga mengaku sumur bor tersebut dibangun pada tahun 2018 oleh Kemeterian (ESDM) yang bekerjasama dengan Pihak Pemerintah Daerah guna meningkatkan Kesejatraan Masyarakat berupa pengentasan daerah sulit air melalui program pengeboran air tanah.

Selain itu menurutnya penyediaan air bersih sudah dimulai sejak awal tahun 2000 yang terhitung dari tahun 2005 s/d 2018 sebanyak 2.288 unit sumur bor telah dibangun dengan kapasitas debit air bersih mencapai sekitar 144,4 juta m3/tahun

“Pembangunan sumur bor bukan hanya di Kediri dan Tulunggagung. Namun di seluruh Wilayah Indonesia yang mana diharapkan dapat memenuhi kurang lebih hampir 6,6 juta jiwa masyarakat di Daerah sulit air bersih,” Imbuhnya.(adv/bd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *