Perangi DBD, Pemkab Kediri Ajak PSN Massal

Kepala Dinkes Kabupaten Kediri Adi Laksono

Kediri- Meningkatnya kasus demam berdarah di berbagai daerah menjadikan  perhatian tersendiri bagi Pemerintah Kabupaten Kediri, Khususnya Dinas kesehatan setempat. Bahkan Dinkes Kabupaten Kediri kini sudah mengambil langkah untuk melakukan pemberantsan sarang nyamuk (PSN) secara massal.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri Adi Laksono mengatakan pihaknya cukup prihatin dengan meningkatnya penderita penyebab DBD di wilayah Kabupaten Kediri  yang juga meningkat di hampir semua Kabupaten Kota di Jatim saat ini. Diakuinya peningkatan kasus DBD selalu terjadi di saat musim penghujan seperti sekarang ini.

“Seperti kita ketahui bersama, nyamuk pembawa virus DBD ini suka bertelur dan berkembangbiak di air yg bersih. Oleh karena itu, kita semua harus bergerak untuk memberantas nyamuk dan sarangnya tersebut dengan kegiatan PSN secara massal , serentak, dan berkelanjutan” Ungkapnya

Lebih lanjut menurut Adi Laksono penyebab meningkatnya kasus DBD yang meninggal tersebut  adalah multi faktor. Bisa karena kondisi pasien yang lemah saat datang dan sedang ditangani, bisa karena kekurangtepatan diagnosa di sarana layanan primer dengan diagnosa flu (krn gejalanya mirip) sehingga keluarga tidak waspada. Dan yang masih dalam penyelidikan, diduga adanya varian strain virus baru yg lebih ganas yg kali ini menyerang, serta adanya mutasi gen nyamuk yang menyebabkan nyamuk kebal terhadap insektisida.

“ Oleh sebab itu, peran semua pihak sangat penting dan dibutuhkan dalam upaya menurunkan populasi nyamuk, yang selanjutnya bisa menurunkan potensi penularan dan berikutnya akan terjadi penurunan kasus DBD di seluruh wilayah negeri kita, khususnya di Kabupaten Kediri,” pungkasnya..

Data yang dihimpun sejak awal Januari 2019 dinas kesehatan mencatat 296 kasus dengan jumlah meninggal 12 orang, sedang pada periode januari 2018 tercatat 151 kasus demam berdarah. Meski angka kematian kasus demam berdarah tergolong tinggi namun kasus ini masih berlum tergolong kejadian luar biasa.(adv/bd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *