Majukan Siswa, SMK PGRI 2 Buka Kelas Industri Kapal Pesiar

Kerja sama pembukaan kelas industri baru di SMK PGRI 2 Kota Kediri

Kediri- Ini adalah satu-satunya kelas industri baru di Karisidenan Kediri. Yakni Kelas industri Kapal Pesiar yang telah dilounching oleh SMK PGRI 2 Kota Kediri, Senin (17/12).

Pantauan dilapangan sebelum lounching dimulai, telah ditampilakan kesenian tarian sebagai bentuk untuk menghormati tamu penting . Yakni Director of HEC Academy, Herman Larante dan Chef Ternama sekaligus Middle Kopp dari Amsterdam, Belanda, Pipiet Fardiman.

Kepala SMK PGRI 2 Kota Kediri Harun dalam sambutanya menjelaskan dibukanya kelas industri baru  itu sesuai dengan program pemerintah yakni adanya revitalisasi SMK agar lebih mengedepankan pendidikan vocasi.  “Tahun mendatang, adalah tantangan bagi generasi muda penerus bangsa. Oleh karenanya, mereka harus memiliki banyak keahlian dan kemampuan sesuai kemajuan zaman,” ujarnya.

Selain itu pembukaan kelas baru ini juga sebagai bagian dari upaya manajemen sekolah, untuk meningkatkan jumlah pelajar baru. Dan juga  juga sekaligus menambah kompetensi bagi para siswa. “ Saat ini ada banyak peluang pekerjaan dari berbagai sektor usaha. Khususnya, dari sejumlah perusahaan pengelola kapal pesiar. Mari kita tangkap peluang ini, dengan meningkatkan kualitas diri,” ujarnya lebih lanjut.

Sementara itu Director of HEC Academy, Herman Larante, optimis, pembukaan kelas baru ini juga untuk membekali para pelajar, tentang keahlian bekerja dan mengedukasi, seperti apa bidang pekerjaan yang dibutuhkan di kapal pesiar.” Untuk pendidikanya ditempuh kurang lebih satu tahun. Tiga bulan teori dan enam bulan untuk praktik dan bulan berikutnya untuk proses pengurusan adminitrasi paspor dan lain-lain,” jelasnya.

Terpisah Pipiet Fardiman, juga menjelaskan kalau orang indonesia di luar negeri bisa bersaing dengan pekerja dari negera lain. Pekerja indonesia mempunyai bebeapa kelebihan diantaranya orangnya ramah dan tidak suka membuat masalah. “ Bahkan  orang belanda mengakui,kalau ingin belajar keramahan dan kesopanan bisa ke negera Indonesia,” pungkasnya.(bad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *