Jasa Raharja Kediri Gandeng Sejumlah Rumah Sakit

Jasa Raharja Perwakilan Kediri saat berkordinasi dengan RS Bhayangkara Nganjuk

Kediri- Untuk mempermudah pelayanan dan juga mempercepat penanganan kepada korban lalu lintas, PT. Jasa Raharja Perwakilan Kediri telah menggandeng sejumlah Rumah sakit. Baik rumah sakit swasta maupun negeri.

Sejumlah rumah sakit tersebut diantaranya RS Baptis, DKT, Gambiran, RSUD Pelem Pare, HVA Tulungrejo Pare, Aura Syifa, RS Muhammadiyah Kediri, Argha Husada, Bhayangkara dan sejumlah rumah sakit lainnya yang ada di Kediri.

Selain itu untuk diwilayah Nganjuk PT. Jasa Raharja perwakilan Kediri juga menggandeng sejumlah rumah sakit. Diantaranya Bhayangkara dan dua rumah sakit lainnya yang ada di wilayah Kabupaten Nganjuk. “ Harapanya begitu keluar dari rumah sakit, santunan pasien bisa segera langsung terbayarkan,” ujar Kepala Jasa Raharja Perwakilan Kediri H.Kurnia Indrawan.

Selain itu dengan menggadeng sejumlah rumah sakit juga bisa untuk meningkatkan kecepatan penanganan dan pendataan korban yang mengalami kecelakaan lalu lintas secara terpadu. Dan juga untuk memudahkan proses pendataan, pelayanan kesehatan dan penyelesaian santunan bagi korban. Memberikan pelayanan pada korban untuk mendapatkan pertolongan, pengobatan dan perawatan serta santunan sesuai yang diterima oleh korban.

” Jasa Raharja mempunyai motto dalam bekerja yakni pro aktif, ramah, Ikhlas, mudah dan empati. Sehingga dana santunan diharapkan kurang dari 24 jam bisa cair. Bahkan ahli waris cukup dirumah saja santunan bisa disalurkan,” Imbuhnya.

Untuk diketahui , bagi korban meninggal dunia, sebelumnya Rp 25 juta menjadi Rp 50 juta. Cacat tetap dari Rp 25 Juta naik menjadi Rp 50 Juta. Kepada korban yang luka-luka dan dirawat di rumah sakit naik dan paling besar Rp 20 juta dari sebelumnya Rp 10 juta. Biaya ambulans dan kendaraan yang membawa penumpang ke fasilitas kesehatan paling banyak Rp 500.000, biaya pertolongan pertama pada kecelakaan paling banyak Rp 1 juta.

Sementara itu untuk penyaluran dana jasa raharja dari semester pertama, yakni dari bulan Januari hingga Juni 2018 dana yang tersalurkan sebanyak Rp 22.934.215.550 dari jumlah korban 1.251 orang.(bad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *