Rutan Trenggalek Gelar cerdas cermat

Cerdas Cermat di Lapas Trenggalek

Trenggalek-Untuk sejenak warga binaan Rutan kelas II B Trengalek bisa melupakan kesedihan sebagai nara pidana atau tahanan. Kemarin(25/4), puluhan warga binaan ini mengikuti lomba cerdas cermat layaknya anak-anak sekolah.

Mereka juga memencet bel sesaat setelah moderator menyampaikan pertanyaan. Terlihat mereka tertawa atau malu-malu saat jawaban mereka salah.

Lomba cerdas cermat dengan materi agama ini di buat dalam beberapa gelombang. Ada 4 kelompok yang berebeut kemenangan setiap gelombangnya. Mereka memilih sendiri materi pertanyaan dari amplop tertutup yang disediakan oleh panitia. Dalam pelaksanaannya, polah tingkah mereka tak ubahnya anak-anak usia sekolah.

Indah salah seorang napi mengatakan seneng dengan lomba cerdas cermat tersebut. Ia mengaku tidak begitu tergiur dengan reword yang dibakal diberikan saat timnya menjadi juara. Baginya, menambah pengetahuan dalam agama menjadi bagian terpentingnya. “ ini juga sebagai hiburan,” katanya lantas tertawa.

Rukmini, peserta lain mengungkapkan soal atau pertanyaan dalam cerdas cermat ini tidaklah sulit. Namun, karena di hadapkan dengan juri dan di tonton oleh warga binaan lain, sehingga kadang ia grogi dan tidak bisa menjawab pertanyaan tersebut. “ gak sulit sebenarnya, tapi grogi,” akunya malu-malu.

Sementara itu, adi santosa, kasubsi pelayanan dan pembinaan rutan kelas II B trenggalek mentakan kegiatan tersebut merupakan rangkaian hari bhkati lembaga pemasyarakatan. Menurutnya, point penting dalam peringatan ini tidak lain untuk menambah wawasan dan pengertian warga bianaan dalam beriadah. Dengan itu, pihaknya optimis warga binaan tersebut bisa berubah dan menjadi masyarakat yang baik setelah keluar dari lembaga tersebut.

“ pertanyaan dalam lomba ini sebenarnya adalah materi yang diberikan setiap hari di sini,” katanya.

Dari 16 kelompok yang mengikuti lomba ini akan di ambil juara. Adi mengungkapan, panitia telah menyediakan reword bagi mereka yang nanti keluar sebagai juara maupun mereka yang mau mengikuti kegiatan tersebut. “ Hadiahnya tidak jauh-jauh dari sarana untuk beribadah,” paparnya.(ko)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *