Ini Para Calon Pengusaha Handal dari Kota Angin

Di Bisnis Day, para pengusaha cilik, terlihat sibuk melayani pembeli yang datang selih berganti, Jumat (9/2)

NGANJUK – Banyak cara mengajarkan anak didik agar menjadi pengusaha yang handal sejak dini, salah satunya yang dilakukan salah satu Sekolah Dasar (SD) Islam di Kabupaten Nganjuk. Sekolah ini, mengajarkan anak didiknya  dengan berjualan produk makanan yang dibuatnya sendiri dan dijual di lingkungan sekolahan. Uniknya, mereka juga memberikan promosi agar jualannya cepat laku

Saat Berita Metro bertandang ke SD Baitul Izzah, tepatnya di  Kelurahan Kauman, Kecamatan Kota Nganjuk,  suasana terlihat sangat ramai layaknya pasar pada umumnya. Betapa tidak, halaman utama sekolah disulap layaknya lokasi jualan serba makanan.  Bisa jadi, sepintas orang melihat tak tahu kalau itu sekolahan.

Siswa-siswi yang mengikuti kegiatan Bisnis Day itu tampak antusias dan gembira ria. Terlihat, kecakapan mereka saat menawarkan produknya kepada setiap siapa saja yang datang melintas. Bahkan, untuk menarik konsumen ada yang menawarkan promo, beli 10 ribu dapat eskrim, atau beli 10 ribu dapat coklat.

Bahkan, ada pula yang beli dua produk dapat balon. Tidak hanya itu saja, untuk menarika perhatian konsumen, selain makanan yang dijual disajikan dalam bentuk yang menarik, mereka juga memakai aksesoris layaknya penjualan yang profesional.

Tak kalah menariknya lagi, para pengusaha cilik tersebut saat menjajakan daganggannya diwajibkan mengenakan pakaian adat. Diantaranya, ada yang memakai baju adat khas Bali, dan khas Jawa, dilengkapi  pernak pernik menarik.

Ini penampakan suasana di SD Baitul Izzah, Kauman, Kab. Nganjuk, yang disulap jadi area Bisnis Day.

“ Mas, silakan beli, mumpung masih promo dan berhadiah loo..” ucap Najma, salah satu pelajar SD Baitul Izzah, saat menawarkan prodaknya kepada wartawan koran ini, Jumat, (9/2).

Saat ditanya bagaimana cara mempromosikan daganggannya agar laku dijual, Najma mengatakan, strategi jitu yang digunakan agar prodaknya laris manis yakni memberikan promo dengan beli 10 ribu dapat eskrim.“ Tujuannya, konsumen yang membeli tertarik,” jawabnya.

Terbukti, dalam kurun waktu dua jam, aneka makanan seperti sate tahu, cenil, gorengan dan lainnya ludes terjual. Hanya saja,  meski dengan promosi berhadiah, ia mengaku tidak rugi.

“ Malah mendapatkan keuntungan keuntungan sekitar tiga ratus rupiah, hanya dalam waktu dua jam, “

Lalu, makanan yang dijual itu didapat dari mana? Ditanya demikian, dia menjawab  mulai memasak hingga teknik berjualan merupakan hasil olahan atau buah karyanya bersama teman-temannya.

“ Ya dikerjakan bersama temen-teman dan dibantu oleh orang tua kami, “ jelasnya.

Mayoritas, para pelajar yang mengikuti kegiatan tersebut mengaku mendapatkan manfaat langsung membaca sebuah peluang usaha. Selain itu, mereka berharap  jika mereka besar nanti mampu menjadi pengusaha yang handal dan mampu menciptakan aneka usaha untuk dirinya dan masyarakat secara umum. (an/set)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *