Tingkatkan Kulaitas Pendidik dengan Diklat

Plt Bupati Nganjuk, KH Abdul Wachid Badrus MpdI, saat bareng dengan Sekretaris Jendral (Sekjen) Kemendikbud RI Didik Suhardi, Ph.D., Direktur Pembinaan Tenaga Pendidik Pendidikan Dasar dan Menengah (Tendik Dikdasemen) Ditjen GTK Dr. Drs. Bambang Winarji, M.Pd., Sabtu, (3/1)

NGANJUK – Guna meningkatkan kualitas tenaga pendidik yang  lebih baik, pemerintah Kabupaten Nganjuk telah mengadakan diklat penguatan kompetensi pengawas TK, SD, dan SMP. Dengan diadakan kegiatan tersebut, diharapkan bisa membentuk karekter peserta didik yang lebih baik.

Sebagai dikemukakan Plt Bupati Nganjuk, KH Abdul Wachid Badrus MpdI, saat membuka Diklat penguatan kompetensi pengawas TK, SD, dan SMP, di Pendopo Kabupaten Nganjuk. Gus Wachid sapaan akrab plt bupati tersebut mengatakan, pemerintah berupaya keras untuk membentuk karakter peserta didik yang baik melalui peningkatan kualitas tenaga pendidik yang lebih baik lagi.

Disampaikan Gus Wachid, guru atau pendidik ditugaskan langsung oleh Presiden untuk membentuk karakter peserta didik agar lebih baik. Karena itu para pendidik sendiri dituntut memiliki karakter dan menjadi contoh yang baik bagi para peserta didik.

Adanya diklat ini, Gus Wakit berharap, akan  mampu bisa lebih menguatkan kompetensi dari para pengawas, baik itu di tingkat TK, SD, maupun SMP. “Jangan ada lagi pendidik-pendidik yang tidak ahli di bidangnya,” ungkapnya, bebrapa waktu lalu

Hadir dalam acara tersebut yakni Sekretaris Jendral (Sekjen) Kemendikbud RI Didik Suhardi, Ph.D., Direktur Pembinaan Tenaga Pendidik Pendidikan Dasar dan Menengah (Tendik Dikdasemen) Ditjen GTK Dr. Drs. Bambang Winarji, M.Pd., Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk Drs. Lishandoyo, M.Si., dan Kepala Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Jawa Timur Anwar Sidarta, M.Si.

Sementara itu, dalam waktu yang sama, Sekjen Kemendikbud RI, Didik Suhardi, Ph.D. menyatakan, untuk menciptakan anak didik yang berkualitas, menggantungkan dana BOS saja tidak cukup. Menurutnya, dana BOS hanyalah stimulus, namun peran sekolah dan pemerintah sangat berpengaruh dalam membentuk kualitas anak didik. “Dana bos itu hanya stimulus,” katanya.

Dalam acara itu, ada pula sesi tanya jawab dan pemberian materi dari beberapa narasumber dengan berbagai materi. Diklat akan berlangsung lima hari, yakni tanggal 3 Februari hingga 8 Februari 2018.

Adapun peserta diklat merupakan pengawas -pengawas sekolah tingkat TK, SD, hingga SMP di Kabupaten Nganjuk, Kota Madiun, Kabupaten Ngawi, Gresik, Tulungagung dan Nusa Tenggara Timur, yang totalnya kurang lebih 121 orang.(kp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *