Penerimaan Cukai Kediri Melebihi Target

Kepala Kantor Bea Cukai Kediri, Suryana

Kediri- Penerimaan cukai di Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Cukai Kediri telah mencapai target. Dari target penerimaan sebesar Rp 16,90 triliun di 2017, telah berhasil mencapai Rp 16,97 triliun lebih.

Kepala Kantor Bea Cukai Tipe Madya Kediri Suryana mengaku penerimaan cukai terbesar adalah cukai tembakau. Mengingat di Kediri terdapat  salah satu pabrik rokok terbesar di Indonsia yakni PT.Gudang Garam, tbk. “ Penyumbang terbesar yakni Gudang Garam, sekitar 96 persen dari total pendapatan,” ujarnya.

Sementara untuk penerimaan lainya yakni dari sektor minuman keras, importir BKC, pabrik alkohol, kawaasan berikat, hingga gudang berikat.” Untuk penyumbang penerimaan cukai selain tembakau hanya sekitar Rp 50 miliar,” ujarnya lebih lanjut.

Suryana juga menjelaskan kalau pola penerimaan cukai di Kantor Bea Cukai Tipe Madya  Kediri memang cendrung mengalami kenaikan untuk setiap tahunnya. Terlihat untuk 2015 dari target Rp16,27 triliun terealisasi Rp16,64 triliun dan pada 2016, terealisasi sebesar Rp16,57 triliun atau 100,47 persen

Dia juga mempeprkirakan untuk 2018 dimunkinkan targetnya tidak terlalu jauh dengan tahun 2017 yang sekitar Rp 16,90 triliun. Menurutnya target tersebut disesuaikan dengan potensi daerah. “ Untuk kepastian target di 2018 kita belum mengetahui, masih menunggu kepastian dari pusat,” imbuhnya.

Untuk diketahui Kantor Bea Cukai Tipe Madya Kediri telah membawahi wilayah Kabupaten/Kota Kediri, Kabupaten Nganjuk dan Jombang. Sementara untuk pabrik rokoknya terdapat 29 pabrik. (bad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *