Awal 2018 Jumlah Kasus DBD di Nganjuk Meningkat

Didik Hermanu

NGANJUK – Awal tahun ini, jumlah kasus demam berdarah (DBD) di wilayah Kabupaten Nganjuk, mulai meningkat. Untuk itu, pihak Dinas Kesehatan setempat langsung melakukan gerak cepat dengan menerjunkan pasukan fogging ke sejumlah lakasi yang masyarakatnya terkena serangan penyakit berbahaya tersebut.

Berdasarkan data yang dihimpun, selama bulan januari 2018 sudah ada 18 kasus DBD di lima Kecamatan dengan satu penderita meninggal dunia. Jika dibandingkan dengan periode bulan Januari 2017, hanya ada 15 kasus DBD dengan satu korban meninggal dunia.

“ Untuk menanggulangi penyebaran kasus dbd, Dinkes Nganjuk mulai melakukan fogging di sejumlah daerah yang terdapat kasus DBD, “ kata, Didik Hermanu, selaku Kasi Pencegahan Pemberantasan Penyakit Menular, (PPPM) Dinkes Kab. Nganjuk.

Dia mengatakan, saat ini para petugas fogging mulai diterjunkan guna membunuh nyamuk aedes aegypti penyebar virus dengue. Pihaknya menyebutkan, yang menjadi sasaran utama dilakukan penyemprotan yakni salah satunya di Kelurahan Kauman, Kabupaten Nganjuk.

“ Sebab, di kelurahan ini mulai ada DBD. Bahkan, pada bulan Januari 2018 ini, di Kabupaten Nganjuk sudah ada 18 kasus DBD dengan satu penderita meninggal dunia, “ jelasnya.

Dia pun tak memungkiri, jika data kasus DBDawal tahun ini mengalami peningkatan dibanding pada satu bulan sebelumnya, yakni desember 2017 yang hanya ada 15 kasus DBD. Malahan, dirinya menyebutkan dari 18 kasus DBD tersebar di lima Kecamatan. Rinciannya, Kecamatan Kota Nganjuk sebanyak 10 kasus DBD, Kecamatan pace 4 kasus, dan Kecamatan Ngronggot 2 kasus.

“  Dua lokasi lainya, yang didapati hanya 1 kasus yakni di Kecamatan Rejoso dan Tanjunganom,” ungkapnya, lebih lanjut.

“ Dari total 18 kasus DBD ini, satu penderita asal Kecamatan Pace, akhirnya meninggal dunia pada tanggal 3 januari lalu akibat terserang virus dengue. Kasus dbd ini diperkirakan masih akan mengalami peningkatan selama musim hujan,” ujarnya.

Seorang petugas sedang melakukan fogging di pekarangan warga.

Sebagai upaya menanggulangi peningkatan kasus DBD ini, pihaknya menambhakan, langkah kongkrit Dinkes Nganjuk yaitu akan terus mengajak masyarakat melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Selain itu, daerah-daerah yang sudah ada kasus DBD akan dilakukan fogging supaya tidak menular ke warga yang lain.(an/kp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *