Tes Calon Perangkat Desa di Nganjuk Sarat Kecurangan ?

Puluhan pendemo saat berunjuk rasa di depan kantor Kecamatan tanjun Anom, Nganjuk.

NGANJUK – Rekrutmen atau tes calon perangkat desa yang berlansgung di  wilayah Kabupaten Nganjuk, rampun dilaksanakan beberapa hari lalu. Namun, jalannya tes rekrutmen calon perangkat desa itu dinila banyak sarat kecurangan dan disinyalir terjadi jual beli jabatan. Sehingga, warga pun meminta, agar proses rekrutmen di sejumlah desa diulang kembali.

Berdasar informasi yang berhasil dihimpun, tes yang berlangsung pada Kamis (21/12/17) kemarin, dinila sejumlah pihak hanya sebagai formalitas saja. Artinya, semua calon perangkat desa itu sejatinya sudah ditentukan jauh hari sebelum tes diadakan.

Bagi peserta yang diduga sudah menjalin kesepakatan atau diel khusus dengan oknum perangkat desa, maka akan diloloskan secara otomatis. Adapun bentuk kesepakatan tersebut diantaranya memberikan sejumlah uang yang nilanya mencapai ratusan juta rupiah, hingga mendapatkan hak untuk mengelola bengkok (lahan-red) dari jabatan perangkat desa  yang akan ditempatinya.

” Calon yang akan mengisi perangkat desa itu sebenarnya sudah disiapkan jauh hari sebelum tanggal (21/12/17-red) dilangsungkanya ujian atau tes. Jadi, peserta itu otomatis lolos,” kata sumber yang enggan disebutkan namanya di berita ini.

Makanya, kata sumber ini lebih lanjut, puluhan warga dari sembilan desa di Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk, mendatangi kantor kecamatan bermaksut untuk melakukan unjuk rasa dan memprotes adanya indikasi kecurangan (dugaan jual beli jabatan-red). Selain itu, massa pun meminta agar tes rekrutmen perangkat desa diulang kembali.

Sayangnya, protes warga yang awalnya akan disampaikan dengan cara demonstrasi di depan kantor Kecamatan Tanjung anom. Namun para demonstran yang sudah membawa perangkat aksinya diamankan polisi di Mapolsek Warujayeng.

” Para demonstran yang hendak menuju kantor Kecamatan Tanjung anom ini pun hanya bisa pasrah digiring petugas ke Mapolsek  Warujayeng. Padahal, warga hendak melakukan demo untuk memprotes proses pengisian jabatan perangkat desa yang dinilai ada indikasi kecurangan, ” jelas, Anang Hartoyo, koordinator demo.

Pantauan di lapangan, para demonstran yang sudah berada di halaman mapolsek warujayeng langsung dimintai (KTP) masing-masing. bahkan warga yang sedang menunggu demonstran lainnya di pinggir jalan juga disuruh masuk ke halaman Mapolsek.(an/kp)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *