50 Pegiat Ekonomi Kreatif Mendaftarkan HKI Secara Gratis

Kegiatan acara “Sosialisasi Fasilitasi Pendaftaran Hak Kekakayaan Intelektual” di Nirwana Hotel Nganjuk, Sabtu (18/11/2017)

NGANJUK – Kekayaan intelektual yang dimiliki para pelaku ekonomi kreatif kabupaten Nganjuk, merupakan aset yang perlu dilindungi. Produk-produk berbasis kekayaan intelektual yang dihasilkan dapat dilindungi secara hukum dalam bentuk hak kekayaan intelektual (HKI). Untuk memotivasi para pelaku ekonomi kreatif Kabupaten Nganjuk, Suryo Alam, mengajak badan ekonomi kreatif republik indonesia guna mendaftarkan HKI secara gratis.

Badan ekonomi kreatif, kembali datang ke kabupaten nganjuk, untuk kedua kalinya. Kedatangan badan ekonomi kreatif  ke Nganjuk yang difasilitasi  Suryo Alam ini untuk memberikan sosialisasi dan pendaftaran hak kekayaan intelektual  kepada 100 peserta. Gelaran, pelaku ekonomi kreatif dari berbagai kalangan  tersebut berlangsung di hotel nirwana Nganjuk.

Kepala Biro Perencanaan dan Keuangan Be Kraf RI, Ahmad Rekotomo, mengatakan hak kekayaan intelektual itu harus dilindungi sehingga semua cipta karya karsa terlindungi,“Kalau karya, cipta karsa kita sudah dipatenkan, akan dilindungi hukum, apabila ada yang menjiplak atau menggunakan karya kita dikemudian hari dapat diproses secara hukum pula,” ungkapnya kepada akurasinews.com

Sebetulnya, lanjut Ahmad Rekotomo, setiap pegiat Ekraf atau individu pemilik kekayaan intelektual setiap kali mematenkan haknya ke Departemen Hukum dan Ham, dikenakan biaya sebesar Rp 2 juta, namun karena ini ada program Be Kraf menggratiskan sebanyak 50 Ekraf Nganjuk.

“Ini adalah program dan anggaranya di tanggung oleh APBN, di Nganjuk akan kita proses untuk mematenkan hak intelektualnya sebanyak 50 ekraf, mulai UMKM, produk pertanian, dan lain-lain. Namun nantinya akan diseleksi secara administratif dulu, apakah cipta, karya dan karsa dari masing-masing Ekraf itu layak untuk dipatenkan ada mekanismenya,” jelas Ahmad Rekotomo.

Program tersebut, lanjut Ahmad Rekotomo, tidak diperuntukkan untuk seluruh Indonesia, namun dipilah-pilah, “Karena memang anggaran APBN itu terbatas untuk program ini, kita pilah tidak semua wilayah di Indonesia, untuk Nganjuk ini karena memang sebelumnya, sudah melakukan seminar ekonomi kreatif dan kami mendapat dorongan dari DPRRI, Pak HM Suryo Alam kita tindak lanjuti,” tandasnya.

Terpisah, HM Suryo Alam Ak,MBA mengatakan, di Kabupaten Nganjuk memang banyak karya, cipta dan karsa para pelaku ekonomi kreatif yang seharusnya mendapat hak paten, “Banyak di Nganjuk ini, mulai dari alat pertanian, UMKM, kuliner, kudapan dan masih banyak lainya yang merupakan karya asli masyarakat maupun pelaku usaha ekonomi kreatif Nganjuk. Jadi harus kita dukung agar mendapat hak paten secara gratis,” ungkapnya.

Apalagi, lanjut HM Suryo Alam, untuk mendapat hak paten suatu karya, cipta dan karsa itu di Kabupaten Nganjuk tidak mungkin bisa, “Karena Kanwil DepKumHAM itu adanya di Surabaya, nah kali ini langsung DepKumHam RI datang kemari untuk memberikan hak Paten gratis kepada masyarakat Nganjuk,” tutur Kandidat Bakal Calon Bupati Nganjuk tersebut.

Anggota Komisi X DPRRI ini menjelaskan, “Sosialisasi Fasilitasi Pendaftaran Hak Kekakayaan Intelektual” merupakan tindak lanjut kegiatan Be Kraf di Nganjuk sebelumnya.

“Satu setengah bulan yang lalu, Be Kraf mengadakan seminar ekonomi kreatif di Nirwana Hotel ini, dan kebetulan pembicaraanya adalah Helmi Yahya, nah saat itulah kita mendapat banyak masukan jika di Nganjuk ini banyak hasil karya,cipta dan karsa masyarakat belum dipatenkan, jadi acara ini merupakan tindak lanjut atau realisasi dari acara sebelumnya,” jelas HM Suryo Alam.

Dengan telah dipatenkannya produk-produk asli Nganjuk, diharapakan Kabupaten yang memiliki sebutan lain Anjuk Ladang tersebut dapat lebih dikenal nasional maupun international.

“Kalau sudah dikenal di kancah Nasional apalagi International, peluang perkembangan ekonomi akan semakin maju, dengan begitu akan membuka lapangan kerja sekaligus mendongkrak perekomian daerah, semua saya rasa saling berkaitan, jadi harus sama-sama dalam rangka membangun Nganjuk lebih baik,” tandas politisi Partai Golkar tersebut. (an/wan)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *