Rekomendasi Belum Jelas, PDIP Nganjuk Optimis Menang

KRT Nurwadi Rekso Hadi Nagoro.

NGANJUK –  Siapa calon bupati (cabup) akan diusung Partai Demokrasi Indonesaia Perjuangan (PDIP) pada Pilbup (pemilihan bupati)  2018 masih teka-teki. Kendati belakangan ini kian santer diberitakan bahwa rekomendasi sudah keluar, namun pihak pengurus dari partai tersebut  justru memilih bungkam. Alasanya, pengurus DPC tidak memiliki kewenangan berbicara soal rekomendasi.

Demikian diungkapkan, Wakil Ketua Bidang Komunikasi Politik dan Propaganda DPC PDI-P Nganjuk, KRT Nurwadi Rekso Hadi Nagoro, kepada wartawan ini, Senin, ( 23/10/17). Dia juga mengatakan sejauh ini belum mengetahui secara pasti siapa yang akan mendapat rekomendasi dari DPP.

“ Rekom itu sudah menjadi kewenangan mutlak DPP (PDI-P). Mengenai kabar terkait rekom dari DPP yang sudah keluar, saya kurang tahu menahu,” jelasnya.

Nurwadi mengatakan, pihaknya saat ini lebih fokus pada pemanasan mesin partai ketimbang membicarakan tentang rekom. Meski tiga kali periode, kata dia, DPC PDI-P Nganjuk keluar  sebagai pemenang dalam perebutan ‘Tahta’ Pendopo Kabupaten, namun pihaknya tidak mau terlengah.

“Ini kami sedang berperang dan posisi kami adalah mempertahankan prestasi yang sudah diperoleh. Mempertahankan itu jauh lebih sulit daripada saat pertama kali mencapainya, sehingga kami harus memperbanyak pertemanan, baik dengan internal parpol maupun parpol lain,” katanya.

Politisi yang juga menjadi ketua tim verifikasi Bacabup Nganjuk ini menyampaikan, merasa sangat optimis memperoleh kemenangan dalam Pilkada 2018 nanti. Terlebih, selama ini kader PDI-P banyak yang memiliki militansi tinggi.

“Dengan sikap militansi tinggi yang dimiliki kader PDI-P, kami merasa sangat optimis untuk meraih kemenangan. Selain itu, semua kader juga harus memiliki fikiran yang positif supaya tidak terkotak-kotak dan harus tetap satu tujuan,” ucapnya.

Lebih jauh, untuk memperoleh semua harapan itu, Nurdin menekankan kepada semua pihak pendukung agar memiliki wawasan yang luas. Dengan begitu, untuk ke depan bisa tercapai Kabupaten Nganjuk yang berslogan “jaya bersama”.

“Jadi, jika semua pihak memiliki wawasan yang luas, ke depan sudah tidak Nganjuk jaya lagi, melainkan Nganjuk jaya bersama. Artinya, pemimpin hingga rakyat merasakan kesejahteraan. Dengan begitu tidak ada lagi masyarakat yang marah,” pungkasnya.

Sekadar diketahui, DPC PDIP Nganjuk memiliki sebelas kursi di parlemen. Sehingga,  partai berlambang banteng moncong putih itu paling potensial di ajang perebutan ‘Tahta’ Pendopo Kabupaten. Palagi mereka sudah mempersiapkan mesin politik untuk berperang mempertahankan kekuasaan.

(ad/kp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *