DPC Demokrat Pastikan Diri Dukung Incumbent, PKB Masih Belum Jelas

Anggota DPRD Kota Kediri, Yudi Ayub Chan, (paling kanan) saat mendapingi Ketua DPC Demokrat, Jaka Siswa Lelana, (tenggah) mendaftarkan partainya ke KPU Kota Kediri, untuk menjadi peserta Pemilu 2019 mendatang, Senin (16/10/17) malam.

KEDIRI – DPC Demokrat Kota Kediri memastikan dukunganya ke pasangan Calon Petahana Abdullah Abu Bakar dan Lilik Muhibah yang diusung Partai Amanat Nasional (PAN). Pernyataan resmi ini dikeluarkan oleh Ketua DPC Demokrat Kota Kediri Jaka Siswa Lelana saat mendaftarkan partainya ke KPUD Kota Kediri sebagai peserta Pemilu 2019.

Dikatakan Djaka Siswa Lelana, dukungan yang diberikan kepada pasangan petahana meskipun belum secara resmi (Rekomendasi) dikeluarkan oleh DPP Demokrat, namun menurut Djaka dukungan tersebut adalah perintah dari DPP. Sehingga DPC Demokrat Kota Kediri harus mematuhi apa yang menjadi keputusan pusat.

“Pilwali 2018 kita ke pasangan incumbent dan ini adalah perintah dari DPP, Partai kan miliknya pusat, kalau sudah intruksi dari tingkat paling bawah harus mematuhi,” kata Djaka dihadapan wartawan.

Dukungan Demokrat ke pasangan Petahana ini melalui beberapa pertimbangan dari DPC maupun DPP, diantaranya Petahana dianggap telah berhasil membangun Kota kediri dalam memimpin Kota Kediri di Periode saat ini, selain itu berdasarkan surve calon Petahana hingga saat ini elektabilitasnya cukup tinggi.

“Finalnya jika kita sudah memegang surat tugas, jika belum memegangnya berarti belum final , tapi 99,99 persen Insyaalloh dukungan kita ke Incumbent, dan kita siap memenangkanya” tandas Djaka dengan serius.

Sementara hingga saat ini DPC PKB Kota Kediri juga belum berani membeberkan calon yang bakal diusung sebagai calon Kepala daerah Kota Kediri, meskipun Ketua DPC PKB Oing Abdul Muid mengaku selain Samsul Ashar dan Sujono Teguh Wijaya ada kader dari internal PKB ada yang mendaftar sebagai calon Walikota atau Wakil Walikota Kediri.

“Kita tunggu aja bulan januari, tau sendiri siapa yang daftar di PKB, dari internal ada lah, dan yang dari internal kan tidak harus di DPC, dan yang di DPC sudah kami setorkan semua tunggu saja lah” kata Abdul Muid –yang akrab disapa Gus Muid –ini pada wartawan.

Saat disinggung Koalisi Jatim dapat diaplikasikan ke daerah , Gus Muid mengungkapkan jika koalisi jatim 1 tersebut tidak harus paralel atau sama, kendati demikian dia mengatakan jika hubungan PKB dan PDI di Kota kediri sangat baik .” Kalau itu tak harus paralael atau sama, hingga saat ini jatim belum selasai semua,”tandasnya.

Hal yang sama juga di ungkapkan DPC PPP dan DPC Hanura , hingga saat ini juga belum dapat memastikan dukungannya meskipun dua partai ini sempat membuka pendaftaran bakal calon Walikota dan Wawali. Untuk PPP ada dua calon yang mendaftar yakni Sujono Teguh dan Abdul Muktadir, sedangkan di Hanura hanya Sujono Teguh yang mendaftar.

“Teman-teman kan tahu yang daftar di Partai kami hanya pak Jono, namun kita lihat aja nanti” kata ketua DPC Hanura.

Diketahui hingga saat ini Golkar Sendiri yangmengusung calon dari Internal juga belum menurunkan rekom dan belum memiliki koalisi yang sesuai untuk mengusung calonnya, sehingga belum bisa dimungkinkan Golkar akan merubah strategi dalam Pilwali 2018 nanti, Golkar sendiri harus berkoalisi untuk mengusung calon sebab di legislatif hanya memiliki 3 kursi. (eks/kp)

Ket Foto: Pengurus DPC Demokrat Saat Daftar Sebagai Peserta Pemilu di KPUD Kota Kediri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *